Covid-19 di Jepang Melesat! Gara-gara Omicron? Infeksi Harian Tertinggi dalam 4 Bulan Terakhir

Kementerian Kesehatan Jepang menyebut pasien yang sakit parah naik 131 kasus menjadi 1.042 kasus dari hari sebelumnya.

Editor: Ishak
DAVIDE BONALDO / CONTROLUCE VIA AFP
Ilustrasi Tes Covdid-19. Infeksi Covid019 varian Omicron kini mendominasi kasus Covdi-19 global / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jepang menjadi satu di antara negara dunia yang tengah "dipusingkan" dengan melesatnya angka infeksi harian Covid-19.

Sejak varian baru virus Corona SARS-CoV-2 muncul, yakni Omicron, angka infeksi harian di negara berjuluk Negeri Matahari Terbit itu terus melesat.

Terbaru, dirangkum dari laman Kontan.co.id, jumlah kasus COVID-19 di Jepang melampaui 1.000 dalam satu hari untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Jumat 4 Februai 2022.

Tepat ketika varian Omicron memicu rekor infeksi dan membebani sistem medis.

PPKM di Jakarta Naik ke Level 3 ?  Cek Wilayah Kabupaten/Kota Mana Naik Level PPKM | Omicron Effect

Kementerian Kesehatan Jepang menyebut pasien yang sakit parah naik 131 kasus menjadi 1.042 kasus dari hari sebelumnya.

Yang merupakan rekor tertinggi sejak September ketika varian Delta mendorong gelombang kelima kasus.

Jepang mencatat 96.748 kasus baru pada hari Kamis sehari lalu. 

Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Jakarta Mulai Penuh, Kini Sisa Separuh ! BOR Naik 50 %

Sebagian besar wilayah sekarang berada di bawah langkah-langkah pengendalian infeksi untuk mencoba menumpulkan penyebaran Omicron yang telah meledak di antara populasi.

Di mana kurang dari 5 persen telah menerima suntikan booster vaksin.

Sementara itu, di sisi lain pemerintah sedang mempertimbangkan perpanjangan pembatasan selama dua minggu di 13 wilayah.

Termasuk ibu kotanya Tokyo, Fuji News Network mengatakan pada hari Kamis.

Omicron Menggila, Varian Baru Covid-19 Ini Kini Mendominasi Infeksi Global Capai 93%!

Tokyo menaikkan peringatan virus corona ke level tertinggi pada hari Kamis.

Pemerintah kota di sejumlah wilayah di Jepang juga menetapkan kriteria yang direvisi untuk meminta keadaan darurat penuh.

Tokyo akan meminta deklarasi darurat jika tingkat hunian tempat tidur rumah sakit untuk pasien serius.

Atau tingkat pasien yang membutuhkan oksigen mencapai antara 30% hingga 40%.

Dan rata-rata tujuh hari kasus baru mencapai 24.000.

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Omicron Merebak, Kasus COVID-19 di Jepang Naik ke Level Tertinggi dalam 4 Bulan

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved