Apakah Omicron Pertanda Covid akan Berakhir ? Mantan Menkes Siti Fadilah Setuju Teori Bill Gates
Hal itu juga sejalan dengan teori Bill Gates yang menyatakan Omicron merupakan strain terakhir covid-19.
TRIBBUNPONTIANAK.CO.ID - Kemunculan kasus virus varian baru covid-19 Omicron memiliki lonjaka yang begitu siginifikan.
Januari 2022 jumlahnya sudah mencapai seribu lebih kasus yang terinveksi corona.
Kekhawatiran pun muncul dari sejumlah pihak bahkan sejumlah wilayah kembali melakukan sekolah daring akibat terdeteksinya omicron.
Namu berbeda menurut Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supardi bahwa hadirnya varian baru COVID-19 yakni Omicron menjadi pertanda baik dalam kanal Youtube Siti Fadilah.
Hal itu juga sejalan dengan teori Bill Gates yang menyatakan Omicron merupakan strain terakhir covid-19.
Artinya tidak ada lagi strain lain covid-19 pertanda pandemi segera berakhir.
• Waspada Omicron, Jubir Satgas Covid-19 Mempawah Imbau Masyarakat Tidak Berlibur ke Luar Negeri
Siti Fadilah menambahkan strain terbaru memang semestinya ditunggu banyak masyarakat dunia.
Semakin menulari orang maka akan memacu kekebalan kelompok lebih cepat.
"Omicron justru kalau melanda suatu komunitas maka komunitas itu akan meningkat imunitasnya. Tidak bisa sakit lagi terhadap strain COVID lain," katanya.
Menkes di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan semakin luas penyebaran Omicron maka imunitas makin baik.
Menjadikan corona ini sebagai penyakit ringan seperti flu pada umumnya sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali.
"Kalau Omicron datang malah alhamdulillah welcome omicron. Karena dengan datangnya omicron maka terjadi imunitas pada komunitas yang luas. Artinya COVID hanya akan menjadi flu biasa. Ini yang ngomong Bill Gates bukan Fadilah," terangnya dalam video yang berdurasi 17 menit 38 detik
Makanya menurut Siti Fadilah, Omicron tak seharusnya menjadi ancaman baru.
Justru, tidak akan sakit lagi akibat strain covid yang lain. Makanya Omicron ini sebenarnya malah ditunggu-tunggu.
"Jangan takut sama omicron," tegasnya.
Ia juga menyebutkan varian Omicron yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan ini terlalu dibesar-besarkan, dan hanya membuat masyarakat ketakutan.
"Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama, yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung protein itu. Nah, kemudian didramatisasi gitu kayaknya, (sampai dikatakan) mati lo kalau kena Omicron," ujarnya dikutip dari kompas.com
Di samping itu, Siti juga mengatakan jika virus mudah menyebar, maka dampak yang ditimbulkan akan semakin ringan.
"Sifat virus memang begitu, kalau cepat menular seperti flu keganasannya rendah. Tetapi kalau semakin ganas, dia semakin sulit untuk menular," jelas Siti Fadilah terkait omicron.