Plt Kadiskes Kalbar Optimis Target Sasaran 560.949 Vaksinasi Anak di Kalimantan Barat Tercapai
Namun ia berharap para orang tua semuanya bisa menerima pelaksanaan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun dalam rangka menciptakan herd immunity.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti mengatakan total sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kalbar ada 560.949 berdasarkan Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Hal itu disampaikannya usai menghadiri langsung pencangan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 58 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 18 Januari 2022.
“Harapan kita sasaran itu bisa tercapai semua. Hari ini sudah kita canangkan serentak di 14 kabupaten kota Se-Kalbar,”ujarnya.
• Vaksinasi Anak Digelar, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Minta Dukungan Orang Tua dan Guru
Dikatakannya, besok Pontianak juga akan melanjutkan pelaksanaanya karena ada beberapa SD yang akan melakukan vaksinasi lanjutan
“Kita harap dalam dua bulan ini 100 persen bisa tercapai, karena anak sekolah inikan lebih mudah sebenarnya. Akan tetapi itu semua kembali pada teknis di lapangan,”ungkapnya.
Namun ia berharap para orang tua semuanya bisa menerima pelaksanaan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun dalam rangka menciptakan herd immunity.
“Karena anak-anak inikan termasuk kelompok rentan yang berada di lingkungan orang dewasa. Jadi itu yang harus kita lindungi,”jelasnya.
Total siswa di SDN 58 Sungai Raya yang dilakukan vaksinasi perdana ada 70 anak.
“Alhamdulillah mereka semua sudah mendapat persetujuan orang tua. Semua kabupaten,kota juga sudah melakukan vaksinasi ke sekolah-sekolah,”ungkapnya.
Dikatakannya dalam pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) tetap harus ada persetujuan orang tua.
“Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk divaksin, itu adalah bagian kendala lapangan, tapi tetap akan kita berikan sosialisasi, kita berikan gambaran kepada orang tua, karena anak-anak inikan kelompok yang perlu dilindungi juga karena mereka berada di lingkungan orang-orang dewasa,” jelasnya.
Selain itu sebelum dilakukan suntik vaksin terhadap anak, terlebih dahulu dilakukan yang namanya skrining.
“Itu akan kita lakukan anamesis lebih lengkap, apakah punya kelainan, atau penyakit yang diderita, sama perlakuannya dengan orang dewasa tetap harus melewati skrining,”jelasnya.
Apabila anak tersebut layak divaksin, maka akan dilakukan vaksinasi, tapi kalau belum layak, maka akan ditunda vaksinnya.
“Contoh kepada anak penderita TB, itukan harus kita lihat kondisinya, atau pada anak-anak yang mengalami penyakit jantung dan sebagainya itukan harus kita minta rekomendasi dari dokter spesialis,”jelasnya.
Ia berharap jangan sampai ada anak yang tidak divaksin. Sedangkan untuk pantauan KIPI tetap akan dipantau oleh puskesmas atau fasyankes pelaksana.
“Jadi orang tua tinggal melapor ke puskesmas, nanti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]