Breaking News:

Progres Pembangunan Gedung Baru RSUD Dr Soedarso Pontianak Sudah Lebih Dari 90 Persen

“Untuk RS ini awalnya kita bangun dari keinginan Kepala Daerah untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan masyarakat. RS ini kita bangun memang dikhus

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Dinas PUPR
Gedung Baru RSUD dr. Soedarso Pontianak yang berada di jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Progres Pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Pontianak saat ini sudah mencapai lebih dari 90 %, pembangunan RS tersebut dipercepat agar pelayanan kesehatannya dapat dinikmati masyarakat.

Pada gedung baru RSUD dr. Soedarso yang baru ini terdiri dari dua gedung, yakni gedung A dan gedung B. Pihaknya juga menyediakan sebanyak 277 tempat tidur, 14 kamar operasi, dan 1 ruangan X-Ray.

“Untuk RS yang kita bangun sekarang ini terdiri dari 2 gedung, 6 lantai, masing-masing gedung ada 6 lantai, yang kita sebut gedung A dan B. Untuk gedung A rawat inap, dan gedung B sifatnya pelayanan ruang operasi, UGD, dan lain-lain, dan progres pembangunan sudah mencapai lebih dari 90%,"ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Kalbar, Ridwan, Sabtu 15 Januari 2022.

Setelah selesai pembangunan dan beroperasi, Ridwan mengatakan gedung baru RS Soedarso yang baru ini akan menerapkan pelayanan non kelas, sehingga seluruh pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilayani dengan baik.

“Untuk RS ini awalnya kita bangun dari keinginan Kepala Daerah untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan masyarakat. RS ini kita bangun memang dikhususkan untuk pelayanan non kelas, BPJS kelas 3. Untuk pembangunan sendiri sekarang ini progres terakhir, berada di atas 90 persen,"tuturnya.

Ridwan mengatakan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, berharap agar rumah sakit ini nantinya dapat bersaing dan mampu menjadi rumah sakit rujukan terbaik di wilayah Kalbar.

Gubernur Sutarmidji Optimis Peresmian Gedung Baru RSUD Soedarso Pontianak di Januari 2022

“Harapan dari kepala daerah kita dengan adanya RS ini dapat meningkatkan pelayanan yang ada di RSUD Soedarso seperti yang dikeluh-kesahkan masyarakat, memang keinginan kepala daerah kita sangat besar, menjadikan RS ini bersaing dengan RS yang ada di Kalbar,” harapnya.

Kemudian, menanggapi masalah keterlambatan pembangunan rumah sakit tersebut, pihak Dinas juga telah melakukan audit, pengawalan serta pengawasan untuk mempercepat pembangunan tersebut.

“Untuk masalah keterlambatan, pihak PUPR telah mengantisipasi jauh hari dengan berkonsultasi dengan pihak Inspektorat provinsi terhadap langkah-langkah yang akan di ambil sebagai wujud program probity audit. Dan Dari awal pembangunan tahap ketiga pembangunan RS ini dikawal dan dipantau langsung oleh instansi tersebut . Kami memastikan untuk prosesnya sudah melalui proses yang benar-benar sesuai prosedur, untuk kondisi keterlambatan ini kita berikan pemberian kesempatan, yang perharinya juga sudah kita kenakan denda,” terangnya.

Ridwan berharap masyarakat tak perlu khawatir terkait keterlambatan pembangunan rumah sakit tersebut, karena hingga saat ini pihak pelaksana masih berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Dengan bersandarkan aturan pengadaan barang dan jasa, terkait mekanisme masalah keterlambatan ini sudah diatur, oleh sebab itu diharapkan masyarakat tidak khawatir terkait ketegasan pihak dinas untuk mengontrol.

Pihaknya pun memberikan waktu dalam 50 hari ke depan kepada pihak pelaksana untuk dapat merampungkan pekerjaan agar pembangunan rumah sakit tersebut dapat selesai, dan pelayanan kesehatannya dapat dinikmati oleh masyarakat di Kalbar.

"Untuk target kita sendiri memang rencana selesai pada 28 Januari dan kita sangat berharap itu dapat terealisasi agar RS ini secepatnya dapat dinikmati masyarakat,"tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved