Breaking News:

Kalbar Targetkan Lansia Vaksin Booster, Kota Pontianak Dimulai Hari Ini

Pemberian dosis vaksin juga berbeda karena untuk beberapa jenis vaksin ada yang hanya diberikan setengah dari dosis

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat akan mulai melakukan vaksinasi booster atau suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19. Namun, vaksinasi booster di Kalbar baru akan menyasar atau menargetkan kalangan lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kalbar, Harisson, mengatakan pelaksanaan vaksinasi booster untuk lansia akan dilakukan untuk usia 60 tahun ke atas. Vaksinasi tingkat nasional ini dilakukan di semua kabupaten/kota Se-Indonesia, mulai Rabu 12 Januari 2022.

Dijelaskan, vaksinasi ini juga akan dimulai di Kalbar. Ia mengatakan untuk tempat pelaksanaan vaksinasi booster yakni di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah, dan tempat-tempat vaksinasi yang telah dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan.

“Jenis vaksin yang digunakan kalau vaksinasi 1 dan 2 (primer) Sinovac, maka vaksinasi booster menggunakan AstraZeneca atau Pfizer masing-masing setengah dosis,” ujar Harisson, Rabu 12 Januari 2022.

Apabila vaksinasi 1 dan 2 (primer) AstraZeneca, maka suntikan vaksinasi booster menggunakan Moderna (setengah dosis). Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi booster pada usia >18 sampai <60 tahun, hanya dapat dilaksanakan pada kabupaten/kota yang sudah memenuhi syarat cakupan vaksinasi yaitu cakupan total dosis pertama lebih dari 70 persen dan vaksinasi dosis pertama pada Lansia lebih dari 60 persen (berdasarkan vaksinasi data KTP). “Untuk Kalbar hanya Kabupaten Melawi yang memenuhi syarat tersebut,” ucap Harisson.

Berdasarkan KTP, cakupan vaksinasi yang dikeluarkan Diskes Provinsi Kalbar per 10 Januari 2022 vaksinasi dosis satu Kabupaten Melawi sudah mencapai 97,85 persen, Landak 82,25 persen, Sekadau 77,59 persen, Sambas 76,11 persen, Kota Singkawang 67,85 persen. Lalu, Bengkayang 72,16 persen, Sanggau 74,20 persen, Kota Pontianak 66,89 persen, Kapuas Hulu 74,73 persen, Mempawah 61,50 persen, Kayong Utara 65,73 persen, Kubu Raya 62,36 persen, Ketapang 59,43 persen, dan Sintang 56,09 persen.

Bupati Erlina Hadiri Rakor Percepatan Vaksinasi di Jongkat, Upayakan Target Vaksinasi di Mempawah

Sedangkan pada vaksinasi dosis satu pada lansia berdasarkan data KTP Kabupaten Melawi sudah mencapai 74,61 persen, Kota Pontianak 49,01 persen, Kota Singkawang 45,46 persen, Sekadau 52,13 persen, Bengkayang 48,75 persen. Lalu, Kapuas Hulu 53,65 persen, Sanggau 50,05 persen, Landak 55,04 persen, Sambas 48,21 persen, Kayong Utara 46,11 persen, Kubu Raya 44,48 persen, Mempawah 37,00 persen, Sintang 40,81 persen, Ketapang 37,30 persen.

Pontianak Mulai
Kepala Diskes Kota Pontianak, Sidiq Handanu, menyampaikan, Kota Pontianak akan menggelar vaksinasi booster, mulai Kamis 13 Januati 2022. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan dengan memberikan sosialisasi kepada tenaga kesehatan (nakes) untuk pelaksanaan vaksinasi booster.
Khusus di Pontianak, vaksinasi booster hanya diperkenankan untuk warga yang berusia 60 tahun ke atas atau lansia.

"Belum diperkenankannya pemberian vaksinasi booster bagi warga usia 18 tahun ke atas disebabkan penentuan capaian vaksinasi dasar mengacu pada data Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga jumlah capaian vaksinasi belum mencapai target,” katanya.

“Sementara capaian vaksinasi di Kota Pontianak apabila berdasarkan data pemberian vaksin di pelayanan kesehatan sudah melampaui target yakni lebih dari 80 persen," imbuhnya.

"Oleh karena menggunakan data vaksinasi berdasarkan NIK sehingga capaian vaksinasi Kota Pontianak baru mencapai 67 persen dan lansia 49 persen," tambahnya.

Hal itulah yang menyebabkan vaksinasi booster baru diperkenankan bagi lansia. Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa untuk mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster, maka penerima vaksin harus terlebih dahulu mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Handanu menjelaskan, bahwa vaksinasi booster ini memperkuat kadar antibodi yang ada di dalam tubuh manusia.

"Jika dosis pertama adalah menstimulir, lalu ditingkatkan dengan dosis kedua satu bulan kemudian. Menurut penelitian, dalam kurun waktu enam bulan ada penurunan antibodi sehingga harus distimulasi lagi dengan dosis ketiga maka antibodi akan meningkat lagi," jelasnya.

Menurut Kadiskes, dalam pemberian vaksinasi booster ini memang harus berhati-hati, lantaran jenis vaksin ketiga atau booster bisa dengan jenis yang sama atau berbeda dari jenis vaksin dengan sebelumnya.

"Pemberian dosis vaksin juga berbeda karena untuk beberapa jenis vaksin ada yang hanya diberikan setengah dari dosis," katanya.

Kolaborasi dengan Petugas Vaksinasi, DPD PKS Kayong Utara Gelar Vaksinasi Massal

Untuk di Kota Pontianak, Sidiq menyebut hanya tersedia tiga jenis vaksin yakni sinovac, pfizer dan moderna. "Untuk dosis ketiga atau booster, menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Jadi masyarakat tidak boleh memilih-milih jenis vaksin karena kalau masyarakat memilih-milih jenis vaksin, maka kita akan kesulitan untuk mendistribusikannya," pungkasnya.

Terkait dengan vaksin booster ini, memang sebelumnya Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono telah menyatakan siap untuk melaksanakan. Namun, dirinya berharap agar vaksin booster ini terus diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Selain kesiapan dalam melaksanakan vaksin booster, kata Edi, pihaknya juga terus gencar melaksanakan vaksinasi dosis satu dan dua yang menyasar kepada masyarakat umum dan termasuk lansia. "Bahkan kita lakukan secara door to door ke rumah-rumah. Namun kadang kendalanya ada yang komorbid maupun darah tinggi sehingga tidak bisa divaksin," pungkasnya.

Keputusan Tepat
Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster mendapat respons positif. Program ini membuktikan pemerintah ingin memastikan rakyat selamat dan penularan virus bisa terkendali.

“Saya menyambut baik keputusan Presiden untuk menggratiskan vaksin booster kepada seluruh masyarakat,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Darul Siska,  Rabu 12 Januari 2022.

Darul berharap, seluruh masyarakat mendukung program ini dengan segera vaksin saat gilirannya tiba. “Saya berpendapat bahwa keputusan ini tepat sekali agar kita terhindar dari pandemi gelombang ketiga, apalagi ada ancaman varian baru Omicron,” katanya.

Dia juga meminta pemerintah daerah cepat merespons keputusan presiden dengan memacu capaian vaksinasi di wilayah masing-masing, terutama bagi daerah yang belum mencapai 70 persen vaksin pertama dan 60 persen vaksin kedua. Menurut dia, pemerintah ingin memastikan agar masyarakat Indonesia bisa segera keluar dari pandemi. Jangan ada lagi polemik mengenai vaksin.

“Yang penting masyarakat harus sehat, dengan sehat bisa kembali produktif di segala sektor kehidupan, sehingga ekonomi tumbuh dan pulih,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) Ardiansyah Bahar mengatakan pemda menjadi salah satu komponen penting untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di daerah masing-masing. Kelompok masyarakat juga bisa berperan meningkatkan capaian vaksinasi.

“Perlu diingat bahwa ini bukan hanya tugas pemerintah saja. Setiap komponen masyarakat juga harus mendukung program vaksinasi ini,” kata Ardiansyah Bahar.

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Laura Navika Yamani sepakat bahwa pemda menjadi kunci sukses pelaksanaan program vaksin Covid-19.

"Pemda harus mengetahui daerah atau warga yang belum mendapatkan vaksin, sehingga diperlukan percepatan distribusi vaksin karena vaksin memiliki kadaluarsa, jadi harus segera bisa didistribusikan pada kelompok yang memerlukan vaksin,” kata Laura. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved