Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron di Kalbar Menurut Malik Saepudin
Sedangkan vaksin Covid-19 bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit akibat infeksi Omicron.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kebijakan dan kegiatan penanganan dan percepatan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di Kalbar telah dilaksanakan dengan benar sesuai stadar (SOP).
Namun tingginya mobilitas penduduk di wilayah Kalbar ke luar/masuk Provinsi sehingga perlu diwaspadai, terlebih dengan ditemukan kasus lokal (transmisi lokal) dibeberapa wilayah antara lain di DKI, Jabar dan Jatim, serta beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Dengan demikian seharusnya penerapan SOP sama ketatnya di wilayah perbatasan, tentu saja tidak persis sama penerapan dalam hal karantina di wilayah pebatasan, yaitu untuk penduduk dari wilayah yang telah terjadi penularan lokal Covid-19 omicron, selain persyaratan, vaksinasi 2 dosis, test PCR 3 x 24 jam, diminta untuk isoman di rumah masing-masing minimal tiga hari atau untuk pencegahan Pemprov/Satgas covid-19 membuat surat edaran untuk semantara waktu dihimbau warganya agar tidak melakukan bepergian ke/dari wilayah berjangkit covid-19 omicron.
Demikian yang disampaikan oleh Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes
Bahkan kata dia, jika perlu dilakukan pemetaan wilayah berjangkit omicron seluruh wilayah di Indonesa.
Tentu kehati-hatian ini didasarkan pada pengalaman tahun sebelumnya, yaitu terjadinya lonjakan kasus di Pulau Jawa, terjadi pula di wilayah lainnya termasuk Kalbar.
• Negatif Omicron dan Masih Didominasi Varian Delta, Hasil Kiriman Sampel Laboratorium Untan
Berikut adalah penuturan lengkapnya:
Kondisi saat ini adalah sangat rawan, dimana sebagian penduduk lengah seolah pandemi telah selesai, prokes kendor, maka jika ada satu-dua kasus omicron lolos akan memicu ledakan kasus. Ibarat bahan bakar telah cukup tersedia, maka api yang kecil akan menjadi kebakaran yang dahsyat.
Mengingat tipe penularan omicron yang cepat, tanpa gejala khas dan menyerang pada usia muda sebagaimana di negara asalnya yaitu Afrika Selatan, serta masih dikembangkan pemeriksaan yang lebih valid untuk mendeteksi Omicron dibanding varian sebelumnya.
Hal inilah yang membuat tanda tanya, benarkah di Kalbar belum masuk Omicron?.
Validitas pemeriksaan tersebut menjadi sangat penting dalam kegiatan surveilan untuk mendeksi dini adanya Omicron di wilayah Kalbar.
Oleh karenanya, untuk melindungi masyarakat Kalbar dari terjangkitnya Omicron, Pemprov Kalbar perlu mengusahakan alat pemeriksaan Omicron yang lebih valid, mengingat di bebrapa wilayah Indonesia yang telah berjangkit Omicron, jika melihat trend penularan begitu cepat terjadinya kenaikan kasus yang sebelumnya pada November 2021 hanya dilaporkan 3 kasus di Provinsi DKI, belum genap dua bulan saat ini telah lebih dari 400 kasus di Indonesia.
Telihat jelas peningkatan kasus pasca Natal dan Tahun Baru. Oleh karenanya perlu ekstra hati-hati dalam upaya mencegah Covid-19 Omicron ini, masyarakat dihimbau kembali untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksin agar target terpenuhi >70%, serta pemberian vaksin Booster juga sebaiknya segera dilaksankan untuk meningkatakan kekebalan yang optimal.
Terkait protokol kesehatan penggunaan masker, penggunaan masker kain dinilai tidak efektif mencegah Covid-19 Omicron. Masker yang efektif mencegah Covid-19 Omicron adalah masker KF94 atau N95.
Sedangkan vaksin Covid-19 bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit akibat infeksi Omicron.
Selain itu, Pemprov menghimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan baik ke luar negeri maupun dalam negeri pada wilayah yang sedang terjangkiti kasus lokal Omicron.
Hal ini penting untuk pencegahan penularan Covid-19 Omicron di wilayah Kalbar.
Mari jalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Mudah-mudahan Kabupaten/Kota se-Kalbar terbebas dari penularan Omicron dan pandemi Covid-19 segera berahir.