Breaking News:

Seminar Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional Kalimantan Barat

Dan mesti berperan secara nyata, bukan sekedar hanya sehabis kita di seminar-seminar dan rapat, tapi tentu ada karya nyata yang kita hasilkan

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Kegiatan seminar Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat, di hotel Ibis Jl. A Yani, Kota Pontianak, Minggu, 9 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat, menggelar seminar dengan tema “Rumah Besar Cendikiawan Dayak Untuk NKRI” dan sub tema, “Menjawab Tantangan Pendidikan dan Peningkatan SDM Masyarakat Dayak Era Digital.

Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi, satu di antaranya, Seminar Nasional, Pelantikan Pengurus DPD ICDN, dan Ibadah dan Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Di laksanakan di Hotel Ibis, Jl. Ahmad Yani Pontianak, Minggu, 9 Januari 2022.

Ketua DPD ICDN Prov. Kalimantan Barat, Drs. Adrianus Asia Sidot, M. Si., menyampaikan untuk mengembangkan sumber daya manusia suku bangsa Dayak, keterlibatan stakeholder sangat penting, dalam materi seminarnya.

“Oleh karena itu, dalam mengembangkan sumber daya manusia suku bangsa Dayak, keterlibatan para stake holder sangat penting, siapa itu stake holder, ya ICDN ini juga termasuk stake holder," ujarnya.

Terinspirasi Buku Sarinah Arniyanti Dirikan Gerakan Isoman Pontianak untuk Bantu Sesama

"Dan mesti berperan secara nyata, bukan sekedar hanya sehabis kita di seminar-seminar dan rapat, tapi tentu ada karya nyata yang kita hasilkan untuk suku bangsa Dayak ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, akan terjadi perubahan teknologi yang juga akan di alami oleh suku bangsa Dayak.

“Kita lihat, akan terjadi perubahan teknologi, yang mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, juga akan di alami oleh masyarakat suku bangsa Dayak,” jelasnya.

“Perubahan teknologi, sekarang kita sangat familiar dengan istilah distrubsi, distrubsi itu adalah perubahan yang terjadi dan semakin cepat karena dinamika teknologi. Teknologi ini juga terus berkembang semakin canggih,” tuturnya.

Adrianus mengatakan saran dan pendapat terkait situasi yang berkembang.

“Masyarakat Dayak perlu mengambil langkah reponsif dan antisipatif, agar tidak tersingkir menjadi penonton, baik dari segi, Kepariwisataan (alam, budaya, adat istiadat), pembangunan, pengelolaan, pemasaran, publikasi, kerajinan, UMKM dan Industri,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved