Stok Susu UHT di Ritel Menipis, Distribusi Dialokasikan dan Permintaan Meningkat
Ketersediaan susu UHT di pasaran ritel saat ini mengalami keterbatasan seiring tingginya permintaan, terutama dipicu oleh penyerapan melalui MBG
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Asosiasi Pengusaha Ritel melalui perwakilannya, Willy, menyebutkan bahwa kondisi stok di tingkat ritel memang tidak banyak karena sebagian besar suplai langsung terserap ke pengguna.
- Menurut Willy, pola distribusi saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketersediaan susu UHT di pasaran ritel saat ini mengalami keterbatasan seiring tingginya permintaan, terutama dipicu oleh penyerapan melalui program MBG serta sistem distribusi yang kini dialokasikan secara merata.
Asosiasi Pengusaha Ritel melalui perwakilannya, Willy, menyebutkan bahwa kondisi stok di tingkat ritel memang tidak banyak karena sebagian besar suplai langsung terserap ke pengguna.
"Stok kita tidak banyak, karena suplai ini kebanyakan langsung ke pemakai. Terutama sekarang diserap banyak oleh program MBG," ujarnya saat ditemui di Garuda Mitra, Jalan H. Rais A. Rachman, Kecamatan Pontianak Barat, pada Selasa, 7 April 2026.
Menurut Willy, pola distribusi saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya.
Jika dulu pelaku ritel dapat meminta pasokan dalam jumlah besar dan dipenuhi, kini suplai sudah dibagi berdasarkan alokasi tertentu.
"Kalau sekarang memang dialokasi. Jadi tidak seperti dulu, kita minta berapa pun dipenuhi. Ini mungkin strategi agar distribusi lebih merata," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat stok di pasaran cenderung cepat habis.
Baca juga: Pengamat Nilai Kelangkaan Susu UHT di Pasaran Bersifat Sementara
Bahkan, produk yang baru datang hanya bertahan dalam hitungan hari sebelum terserap pasar.
"Begitu datang, beberapa hari sudah habis. Karena kebutuhan berlangsung terus,” katanya.
Berdasarkan informasi di lapangan, untuk ketersediaan di Garuda Mitra, susu UHT ukuran 1 liter saat ini hanya tersedia varian rasa cokelat, sementara untuk jenis full cream hanya tersedia dalam kemasan 250 mililiter.
Terkait kepastian kapan stok kembali normal, Willy mengaku belum bisa memberikan jawaban pasti.
Pasalnya, hal tersebut sangat bergantung pada distribusi dari pihak pabrik dan kapasitas produksi masing-masing produsen.
"Kita tidak bisa membuat satu statement pasti. Semua tergantung distributor dan pabrik UHT-nya," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua produsen susu memproduksi susu UHT.
Sebagian masih berfokus pada produksi susu bubuk, sehingga jumlah produk UHT di pasaran relatif terbatas.
| Asmo Kalbar Dukung Reuni Akbar 12 Tahun SI UNTAN, Perkuat Jejaring Alumni & Mahasiswa |
|
|---|
| Harga Kelapa di Tangaran Sambas Anjlok Drastis, Petani Menjerit Tak Sebanding Biaya Hidup |
|
|---|
| Timnas U19 Indonesia Tumbang dari Australia, Warga Pontianak: Menyesakkan tapi Tetap Bangga! |
|
|---|
| Kecamatan Teriak: Sejarah Pemekaran, Potensi Geografis, dan Keunikan Budaya Dayak yang Memikat |
|
|---|
| Pesona Pulau Temajo: Permata Tropis Mempawah yang Menanti Tatapan Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/embuat-produk-cepat-terserap-pasar.jpg)