Breaking News:

Chriswanto Menaruh Harapan Kompetensi dan Kapasitas Pengurus LDII Mesti Diperkuat

Sementara Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto menjelaskan kegiatan orientasi pengurus ini diikuti sekitar 200-an fungsionaris secara luring dan daring.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok LDII Kalbar
foto tangkapan layar saat pelaksanaan orientasi pengurus LDII Kalbar secara daring, Minggu 9 Januari 2022. Dok LDII Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Chriswanto Santoso terus mendorong Kompetensi dan Kapasitas SDM pengurus organisasi di semua tingkatan diperkuat. Karena diyakini langkah ini akan mempengaruhi kinerja organisasi.

"Saya mendorong upaya-upaya untuk penguatan kapasitas pengurus dilakukan. Mengingat akan berimplikasi terhadap kinerja organisasi," kata Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso saat memberikan arahan di depan ratusan peserta orientasi secara daring, Minggu 9 Januari 2022.

Dijelaskannya, saat ini tantangan permasalahan keumatan semakin kompleks, sehingga secara internal mesti mempersiapkan diri agar mampu menjawab tantangan tersebut.

"Kompetensi dan kapasitas pengurus harus diperkuat. Implikasinya kinerja organisasi dalam memberikan solusi persoalan keumatan sebagai bentuk pengabdian akan meningkat pula," ujarnya.

Berikut Jadwal Gebyar Vaksinasi di Pontianak Hingga Malam Hari 

Selain itu dirinya juga berharap kepada jajaran LDII di Kalimantan Barat terus memberikan pengabdian untuk masyarakat Kalimantan Barat.

"Jangan pernah lelah memberikan pengabdian sebagai bagian dari kontribusi LDII untuk bangsa. Bangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," tegas Chriswanto.

Sementara Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto menjelaskan kegiatan orientasi pengurus ini diikuti sekitar 200-an fungsionaris secara luring dan daring.

"Alhamdulillah tercatat sekitar 200-an pengurus ikut orientasi sebagai bagian penguatan kompetensi dan kapasitas diri sebagai SDM Pengurus," ujarnya.

Kegiatan ini menurutnya latar belakangi adanya keinginan kuat LDII untuk meningkatkan kinerja melalui program-program kontributif.

"Tekad kuat dari LDII sudah semestinya diikuti dengan penguatan kompetensi dan kapasitas pengurus, salah satunya kegiatan orientasi ini," katanya.

Alasan lain untuk seluruh fungsionaris LDII bukan dari disiplin ilmu yang sama, melainkan beragam.

"Fungsionaris LDII itu berasal dari disiplin ilmu yang beragam. Sementara manajemen organisasi mesti profesional maka diperlukan penguatan kompetensi," imbuh Susanto.

Dirinya juga menyakini dengan bekal ilmu yang diberikan pemateri maka kedepan kinerja LDII dalam memberikan pengabdian sebagai kontribusi organisasi akan semakin dirasakan. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved