Ambulans Ambles di Jalan Rusak, Supir Gendong Pasien ke IGD RSUD Ade M Djoen
"Ayo, Pak. Inilah keadaan jalan (lingkar rumah sakit) ambulans tidak bisa lewat," kata Suardi dalam video yang diterima Tribunpontianak co.id
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Yosep, pasien gagal ginjal terpaksa digendong keluar dari mobil menuju ke ruang IGD oleh Suardi.
Supir Ambulans RSUD Ade M Djoen Sintang, itu terpaksa membawa pasien gagal ginjal tersebut ke IGD lantaran mobil ambulance yang membawa pasien amblas di jalan rusak lingkar rumah sakit.
"Ayo, Pak. Inilah keadaan jalan (lingkar rumah sakit) ambulance tidak bisa lewat," kata Suardi dalam video yang diterima Tribun Pontianak. Suardi bersedia keterangannya dikutip.
Yosep merupakan pasien RSUD Rujukan Ade M Djoen Sintang. Pasien tersebut menjalani perawatan di ruang cendana 2.
Pada Senin kemarin, Yoseph dibawa ke IGD. Lokasi gedungnya terpisah.
Pasien dibawa menggunakan ambulans. Namun, belum sampai di depan gedung IGD, ambulance amblas di jalan rusak.
Akhirnya, Suardi berinisiatif menggendong pasien agar sampai ke IGD dengan berjalan kaki sekitar 30 meter melewati jalan tanah rusak.
"Inilah pengorbanan seorang supir," katanya.
• Anak Berusia 14 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang Ditemukan Meninggal Dunia
• Anak Berusia 14 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang Ditemukan Meninggal Dunia
Suardi mengaku sudah berkali-kali meminta pihak rumah sakit untuk memperbaiki kerusakan jalan lingkar RS tersebut.
"Saya sudah berkali kali bilang mohon jalan ini diperbaiki. Perbaiki-perbaiki jalan ini. Ini pasien saya gendong karena mobil tidak bisa lewat. Tolong petinggi rumah sakit, tolong," harap Suardi Selasa 4 Januari 2021.
Hingga Selasa pagi, mobil ambulans yang dibawa Supriadi masih terbenam di ruas jalan lingkar rumah sakit. Mobil tersebut belum dievakuasi.
Status Jalan Umum
Direktur RSUD Rujukan Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina mengatakan jalan lingkar rumah sakit yang rusak tersebut merupakan jalan umum.
Jalan tersebut juga akses satu-satunya mobilisasi kendaraan yang membawa pasien dari rawat inap yang berada di gedung belakang ke gedung utama yang berada di bagian depan komplek rumah sakit.
"Jalan itu kan juga masih dipakai jalan umum. Banyak lalu lintas yang lewat. Memang ada pekerjaan punya rumah sakit juga dan beberapa kali sudah ditimbun dan kami dari rumah sakit juga beberapa kali memperbaikinya.
Cuman kan kalau kapasitas kendaraan yang mengangkut barang berat dan juga saya rasa kalau ditimbun pun akan rusak. Kami pun belum punya alternatif lain untuk jalan yang secara khusus diperuntukan untuk rumah sakit," kata Rosa.