Aturan Baru PNS 2022 - ASN Jadi Komponen Cadangan dan Ikut Pelatihan Wajib Militer 3 Bulan

Komponen Cadangan Nasional ini merupakan program Kemetrian Pertahanan yang terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia.

Editor: Rizky Zulham
NET/Google
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aturan baru PNS 2022 dikabarkan akan menjadi komponen cadangan nasional untuk pertahanan negara dan diikutkan dalam wajib militer.

Sehingga ada kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di tanah air harus mengikuti wajib militer.

Wajib militer ialah kewajiban warga negara untuk menyumbangkan tenaganya dalam angkatan perang.

Wajib militer kini diterapkan pada negara Brazil, Korea Selatan, Meksiko, Mesir, Singapura, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, hingga Yunani.

Biasanya wajib militer ini diperuntukkan warga negara laki-laki berusia muda antara 18-27 tahun.

Sepanjang Tahun 2020 dan 2021, Enam PNS di Kabupaten Sanggau Dijatuhi Hukuman Disiplin

Wajib militer ini biasanya untuk jangka waktu tertentu tergantung kebijakan negara masing-masing.

Indonesia bukan termasuk negara yang mengharuskan warga negara ikut wajib militer.

Namun berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 27 Tahun 2021, ASN diharapkan ikut wajib militer dengan bergabung Komponen Cadangan Nasional sebagai wujud bela negara.

Hal ini mendukung Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.

Yang menjelaskan Komponen Cadangan adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama.

Komponen Cadangan Nasional ini merupakan program Kemetrian Pertahanan yang terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia.

Melalui Surat Edaran tersebut, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo ingin agar Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) mendorong dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada ASN yang memenuhi persyaratan untuk bergabung ke Komponen Cadangan.

Pasalnya, untuk bergabung menjadi Komponen Cadangan ini, ASN harus lulus seleksi administrasi dan seleksi kompetensi sebelum mengikuti pelatihan dasar kemiliteran.

Mahkamah Agung Belum Umumkan Hasil Akhir CPNS 2021, Apa Alasannya?

Nantinya, jika ASN lulus kedua tahapan seleksi tersebut, ASN akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama tiga bulan.

Dalam kurun waktu tersebut, mereka akan mendapatkan uang saku, perlengkapan perseorangan di lapangan, perawatan kesehatan, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved