Mahasiswi IAIS Sambas Harap Peringatan Hari Ibu Hadirkan Solusi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Masih banyak terjadi diskriminasi dan kekerasan terjadi terhadap perempuan, terutama kekerasan seksual yang dari tahun ke tahun selalu meningkat

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok Riki Humaidi
Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan (Kadept. PP) Kemendagri BEM IAIS Sambas, Utari memberikan kue kepada perempuan di kawasan Keraton Kesultanan Sambas, beberapa waktu lalu. istimewa/Riki Humaidi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan (Kadept. PP) Kemendagri BEM IAIS Sambas, Utari berharap kegiatan peringatan Hari Ibu dapat menghadirkan gagasan-gagasan yang solutif dalam menyelesaikan permasalahan Kekerasan Seksual di Kabupaten Sambas.

"Bukan perihal sulit bagi kita jika ada kesadaran dan upaya bersama dari semua pihak untuk mengatasi hal ini, dan juga kita selalu membangun semangat perempuan bahwa kita bisa menjadi sosok inspirator keluarga dan masyarakat,” tuturnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 28 Desember 2021.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas melalui Departemen Pemberdayaan Perempuan (Dept. PP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelumnya melakukan kegiatan Dialog Interaktif Semarak Peringatan Hari Ibu (PHI) Tahun 2021, di Auditorium IAIS Sambas.

Utari mengatakan kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama dosen perempuan Se-IAIS Sambas, makan bersama, dan bagi-bagi kue di Taman Lunggi dan Kawasan Keraton Sambas.

DPRD Sambas Apresiasi Peresmian Gedung Pelayanan Satu Pintu

“Kegiatan ini mengangkat tema tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual untuk meningkatkan kualitas Perempuan sebagai Inspirator Keluarga dan Masyarakat,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIS Sambas, Dosen Psikologi IAIS Sambas, Patriana, M.Pd, Seluruh Dosen Perempuan IAIS Sambas, Ketua dan Wakil Ketua BEM IAIS Sambas, dan Seluruh Perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan IAIS Sambas.

Sulasti selaku Ketua Panitia mengatakan Acara Peringatan Hari Ibu (PHI) dilaksanakan guna mendalami betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk pribadi generasi masa mendatang, serta tantangan dan permasalahan yang dihadapi wanita saat ini.

"Masih banyak terjadi diskriminasi dan kekerasan terjadi terhadap perempuan, terutama kekerasan seksual yang dari tahun ke tahun selalu meningkat di Kabupaten Sambas," ungkapnya.

Karena itu, kata dia, dalam momentum peringatan Hari Ibu ini, kita mengajak semua pihak untuk saling bersinergi dalam menyikapi dan mencegah kekerasan seksual.

“Melihat lebih dalam peran serta perempuan bagi keluarga dan generasi bangsa ini," harapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved