REAGEN KHUSUS Laboratorium Untan Slotkan 20 Sampel PCR SGTF Per Hari Guna Deteksi Omicron di Kalbar
dr Andriani mengatakan pemeriksaan sampel menggunakan reagen khusus untuk deteksi varian Omicron sudah mulai dilakukan di Laboratoirum Untan.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan 1.000 reagen khusus untuk mendeteksi varian Omicron ke Laboratorium Untan beberapa waktu lalu.
Konsultan Biologi Molekuler Lab Jejaring Pemeriksaan COVID 19 RS UNTAN dan Lab Jejaring Pemeriksaan COVID 19 Labkesda Kalbar di Pontianak, dr Andriani mengatakan pemeriksaan sampel menggunakan reagen khusus untuk deteksi varian Omicron sudah mulai dilakukan di Laboratoirum Untan.
Ia mengatakan Laboratorium Untan dalam sehari paling banyak memeriksa 20 sampel positif dari pelaku perjalanan dari luar negeri yang telah diterima di Laboratorium Untan untuk diperiksa lebih lanjut.
• Waspada! Suspek Omicron di Kalbar 9 Kasus, Berikut Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson
“Itu paling banyak 17-20 sampel yang masuk ke kami tiap harinya. Seperti dua sampai tiga hari ini, ada tiga sampel. Tetapi kami slotkan 20 sampel per hari untuk pengerjaan PCR SGTF bagi pelaku perjalanan dari luar negeri ini,” ujarnya, Selasa 21 Desember 2021.
Ia mengatakan untuk sementara ini pemeriksaan dengan metode SGTF hanya diperuntukan untuk pelaku perjalanan luar negeri bukan untuk sampel lain.
“Itupun hanya pada kasus perjalanan luar negeri yang positif. Jadi yang sampelnya negatif tidak perlu di running SGTF lagi,”jelasnya.
Ia mengatakan walau demikian, Petugas Laboratorium Untan tetap mengerjakan spesimen lainnya dari hasil 3 T.
“Hasil 3T tetap kami kerjakan baik dari Puskesmas, RS akan tetap kami kerjakan karena kapasitas kami sehari itu di Lab Untan ada 452 spesimen per hari,”jelasnya.
Jadi kalau hanya ditambah 20 sampel positif dengan dilakukan pemeriksaan SGTF untuk mendeteksi varian Omciron apakah probable atau tidak, dirasanya tidak memberikan para petugas di Laboratorium Untan.
“Kalau nambah 20 sampel saya kira untuk kondisi saat ini tidak memberatkan untuk kami. Jadi tidak ada prioritas mana sampel untuk SGTF, mana untuk 3T, tidak ada yang diprioritaskan,” jelasnya.
Dimana sampel yang ada tinggal di running saja dan ekstraksinya bersamaan. Kemudian hanya berbeda di PCR nya saja yang satu pakai kit SGTF yang satu pakai kit PCR biasa.
Terhadap 1000 sampel khusus untuk deteksi omicron bantuan dari Kemenkes dikatakannya reaksinya bisa untuk 50 hari.
“Artinya kita dengan asumsi maksimal itu memeriksa 20 sampel perhari. Namun tidak setiap hari 20 sampel, kadang hanya 3-4 sampel kayak kemarin 7 sampel saja. Lalu hari ini 3 sampel tergantung berapa runningnya. Kalau kita running dalam jumlah maksimal 20 sampel bisa untuk sekitar 50 hari kitnya akan habis,” jelasnya.
Dirinya menambahkan kalau kit tersebut habis tinggal pengajuan saja ke Balitbangkes untuk diminta lagi.
Ia mengatakan untuk sampel PMI yang masuk melalui perbatasan Kalbar langsung di proses sesuai hasil breafing dengan Litbangkes dan hal tersebut sudah ada SOP nya.
“Jadi kalau masuk langsung diproses, kemudian selesai hasil PCR SGTF secara paralel pun kami kirim langsung, kami kemas dan kami kirim ke Litbangkes. Sehingga tidak menunggu lama,” pungkasnya. (*)