Breaking News:

Dinas Pendidikan Daerah Dukung Surat Edaran Kemendikbud, Siswa Tetap Libur Saat Natal dan Tahun Baru

Kita tinggal menunggu Surat Edaran dari Bupati atau Surat Edaran Dinas Pendidikan Sekadau diterbitkan. I

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, H Sabhan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota di Kalbar mendukung Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbu Ristek) terkait aturan terbaru jadwal penerimaan rapor dan libur saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sesuai SE Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Menjelang Libur Nataru dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, jadwal penerimaan rapor dan jadwal libur mengacu pada kalender pendidikan yang ditetapkan Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sambas, H Sabhan, mengatakan, mengacu kalender pendidikan siswa akan libur, pada 20-31 Desember 2021.

Adapun, jadwal masuk sekolah untuk semester 2, pada 3 Januari 2022 mendatang. “Pembagian rapor siswa-siswi dilaksanakan pada 18 Desember 2021 sesuai kalender pendidikan,” ujar Sabhan kepada Tribun, Rabu 15 Desember 2021.

“Kami juga mengacu pada surat edaran tersebut, pembagian rapor akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan pada 18 Desember 2021,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Sekadau Ikuti SE Kemendikbud Dalam Penetapan Tanggal Libur Nataru

Pihaknya mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, termasuk SE Kemendikbud Ristek. “Kami dalam Surat Edaran Bupati Sambas mengimbau ekosistem pendidikan dan kebudayaan agar taat dan patuh dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi,” tuturnya.

Kepala Disdik Kayong Utara, Ismail, menyampaikan setelah mengeluarkan surat edaran terbaru tentang penerimaan rapor, awal mulanya mengikuti Inmendagri Nomor 62 dan mengikuti surat edaran Kemendikbud.

Namun kemudian, adanya perubahan terkait Inmendagri terbaru maka dari itu surat edaran penerimaan rapor berubah dari yang semula pada Januari jadi berubah, dan dikembalikan ke kalender pendidikan masing-masing daerah dan berpatok pada SE Kemendikbud Ristek.

"Berdasarkan Inmendagri 62, dan akan ada tindaklanjut edaran Bupati, kemudian sama Inmendagri turun ke Kemendikbud. Jadi menerima rapor ditunda bulan Januari awalnya ini," terang Ismail.

"Tapi kemarin keluar Inmendagri, jadi Kemendikbud juga mengeluarkan edaran. Mengembalikan jadwal tahapan peserta didik kewenangan masing-masing daerah itu sesuai kalender pendidikan masing-masing daerah," tambahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved