Gubernur Kalbar Sutarmidji Targetkan Penyerapan APBD TA 2022 Lebih Maksimal
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan beberapa hal terkait kondisi daerah maupun kebutuhan anggaran kepada Tim Badan Anggaran DPR RI.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Bupati Mempawah, Erlina bersama Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Bupati/Walikota se-Kalimantan Barat menghadiri pertemuan dengan Tim Badan Anggaran DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat.
Pertemuan tersebut dilakukan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa 14 Desember 2021.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Wakil Ketua Tim Badan Anggaran DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, Anggota Banggar DPR RI Dapil I Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, beserta Tim Banggar DPR RI.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan beberapa hal terkait kondisi daerah maupun kebutuhan anggaran kepada Tim Badan Anggaran DPR RI.
"Seperti usulan pengganti BPHTB yang sudah dihapus, DAK Fisik, kondisi banjir, dan hal lain yang juga perlu mendapat perhatian khusus," ujar Gubernur, Rabu 15 Desember 2021.
Terkait penyerapan anggaran, Gubernur bersyukur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak lagi termasuk dalam APBD. Selama ini dana BOS tercatat di APBD, tetapi aliran dananya langsung ditransfer ke sekolah.
• Sekda Mempawah Sebut Anggaran yang Dikeluarkan Harus Berbanding Lurus dengan Output yang Dicapai
"Dana BOS berjumlah 19 persen dari volume APBD. Selama ini anggaran tersebut langsung ditransfer ke sekolah, tetapi pemda tidak pernah mendapatkan laporan. Artinya, anggaran tersebut masih tercatat di APBD, sehingga menyebabkan serapan APBD terlihat masih sedikit," jelas Gubernur.
Penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2022 harus lebih baik. Segala sesuatu harus disiapkan dengan baik, jika ada aturan yang berubah harus segera menyesuaikan.
“Insya Allah, penyerapan anggaran dan tampilannya akan semakin baik. Bisa kita bayangkan jika 19 persen dana BOS sudah di transfer ke daerah untuk 3 triwulan, tetapi laporan yang diterima baru satu triwulan, ini jelas akan mempengaruhi. Kedepannya harus dipersiapkan sematang mungkin. Harus cepat menyesuaikan ketika ada perubahan aturan-aturan," tutupnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-mempawah-erlina-bersama-gubernur-kalimantan-barat-sutarmidji2332.jpg)