Tips Menjadi Orang yang Lebih Tangguh Menuju Tahun 2022, Miliki Panutan, Motivasi dan Tujuan Hidup

Fleksibilitas sendiri adalah kemampuan menggunakan berbagai alat dan teknik untuk mengatasi tantangan.

freepik.com
Wanita cantik cantik dengan rambut pirang panjang memiliki ekspresi wajah gembira dan bahagia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Secara fisik dan sadar, kondisi emosional kita sering sekali salah dalam menilai apapun itu.

Seiring merebaknya pandemi Covid-19, kemampuan kita dalam mengatasi kesulitan dan bangkit kembali ke stabilitas emosional cenderung mengalami gangguan.

Apalagi, banyak dari kita mungkin telah menderita trauma yang signifikan dari penyakit, rawat inap, hingga kematian orang-orang terdekat akibat virus corona.

Belum lagi, ada juga yang kehilangan pekerjaan, mengalami ketidakpastian ekonomi, serta ketidakstabilan keuangan, sehingga kita membutuhkan dukungan emosional yang ekstra.

Menurut seorang psikiater dan dekan di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City, Dennis Charney, sebagai manusia kita diberikan kemampuan untuk dapat menahan tekanan-tekanan seperti itu.

2 Hari Gelar Petisi Boikot Nikita Mirzani: Tidak Mempan, Kecuali Saya Lakukan Kriminal!

"Dan jika kita belum cukup untuk itu, maka kita harus bisa belajar untuk menjadi lebih tangguh dalam tekanan," ujar dia.

Nah, untuk bisa berkembang menjadi sosok yang tangguh memanglah tidak mudah.

Namun, kita bisa menerapkan beberapa tips menjadi orang yang lebih tangguh, seperti yang dilansir dari laman CNN berikut ini.

1. Berusaha menjadi positif

Menjadi seseorang yang optimistis dan positif memang bukanlah sesuatu yang selalu menyenangkan, tetapi ini adalah ciri utama dari orang-orang yang tangguh.

"Orang optimistis yang realistis sangat memerhatikan informasi negatif tentang masalah yang mereka hadapi," kata Charney.

"Namun, tidak seperti orang pesimistis, orang-orang ini tidak tetap fokus pada hal negatif tapi mereka memotong kerugian mereka, dan beralih ke apa yang bisa mereka selesaikan," kata dia.

2. Belajar dari tantangan

Ilmu pengetahuan telah menemukan, ada gen untuk optimisme dan ketahanan, tetapi gen bukanlah takdir.

Menurut Charney, beberapa orang memang memiliki kapasitas untuk menangani stres lebih baik daripada yang lain, tetapi pengalaman juga penting.

"Meskipun kita mungkin tidak menghadapi tantangan yang tepat yang ada di depan kita sekarang, dengan memiliki tantangan lain dalam hidup di mana kita telah berhasil, maka kita dapat menggunakan pengalaman itu dalam menghadapi situasi traumatis saat ini," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved