Nasib Pasar Tradisional di Masa Pandemi Covid-19

Mobile Banking dapat digunakan pada saat melakukan transaksi sebagai media pembayaran ataupun transfer kepada pembeli.

Editor: Nina Soraya
Dok/Dionisius Gusara
Dionisius Gusara S. Si, Mahasiswa Prodi ilmu Magister Manajemen FEB Untan kelas eksekutif A2 Bank Kalbar. 

Oleh: Dionisius Gusara S. Si, Mahasiswa Prodi ilmu Magister Manajemen FEB Untan kelas eksekutif A2 Bank Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tidak terasa sudah lebih dari setahun pandemi covid-19 sudah berada disekitar kita.

Hal ini sangat berdampak terhadap kehidupan kita sehari-hari dan juga terhadap pasar tradisional yang ada disekitar kita.

Pada Seminar Bisnis Seri V yang diadakan pada tanggal 06 November 2021 lalu oleh Prodi Ilmu Magister Manajemen FEB Untan dan kelas eksekutif A2 Bank Kalbar, mengangkat tema “Peran Perbankan dalam Mendukung Digitalisasi Desa”.

Ini sangat berkaitan erat dengan fenomena yang terjadi pada pasar tradisional yang terdampak selama pandemi covid-19.

Pada webinar ini membahas tentang pentingnya digitalisasi segala transaksi dari lingkup yang sangat dekat dengan masyarakat yaitu desa.

Desa merupakan suatu lingkup yang dekat dengan masyarakat dan dapat lansung bersentuhan dengan pelaku usaha di pasar tradisional.

Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 memaksa pasar tradisional untuk segera berinovasi.

Inovasi yang dilakukan adalah bagaimana pasar tradisional tetap eksis tetapi dengan mengurai kegiatan tatap muka atau kontak fisik lansung.

Pasar tradisional harus segera menyesuaikan segala kegiatannya dengan masa sekarang ini yaitu era digitalisasi.

Pada saat ini perbankan hadir untuk menjembatani atau memfasilitasi kegiatan transaksi online tersebut.

Banyak aplikasi dari perbankan yang dapat digunakan pada pasar tradisional untuk bertransaksi online.

Salah satunya adalah dengan Mobile Banking.

Mobile Banking dapat digunakan pada saat melakukan transaksi sebagai media pembayaran ataupun transfer kepada pembeli.

Proses yang dilakukan pun sangat mudah karena hanya dengan mengklik pada ponsel saja.

Dengan berinovasinya pasar tradisional mengikuti era digitalisasi maka niscaya pasar tradisional akan tetap eksis di masa pandemi covid-19.

Kondisi seperti ini setidaknya dapat membuka mata para pengambil kebijakan untuk segera membantu mengaplikasikan digitalisasi pasar tradisional sehingga dapat terus bertahan dan terus berkembang kearah yang lebih baik di masa pandemi ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved