Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Ambrosius, Santo Charles Garnier dan Santo Sabinus
Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Bahkan ketika kaisar Theodosius melakukan suatu dosa berat, Bapa Uskup tidak segan-segan menegurnya.
Teguran keras dari gembalanya tidak membuat Kaisar menjadi gusar dan marah.
Ia sadar bahwa Ambrosius benar.
Sebagai bukti pertobatannya; Kaisar dengan rendah hati melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya, sesuai dengan perintah dari bapa Uskup.
Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat.
Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur panjang.
Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.”
Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.
Arti Nama
Berasal dari kata Yunani Αμβροσιος (Ambrosios) yang berarti "abadi".
Variasi Nama
Ambrose (English), Ambrosios, Ambrosius (Ancient Greek), Ambroos, Broos (Dutch), Ambroise (French).
Ambrus (Hungarian), Ambrogio, Ambrogino, Giotto (Italian), Ambrósio (Portuguese), Ambrož (Slovene), Ambrosio (Spanish), Emrys (Welsh).
2. Santo Charles Garnier
Santo Charles Garnier SJ berasal dari keluarga bangsawan yang kaya.
Ayahnya adalah Jean Garnier, sekretaris Raja Henri III dari Perancis, dan ibunya bernama Anne de Garault.
Ia masuk seminari Serikat Jesus di Clermont Perancis pada tahun 1624 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1635.
Pada tahun 1636, Pater Garnier ditugaskan untuk menjadi seorang misionaris di New France (Kanada).
Awalnya sang ayahnya berusaha melarang Charles untuk menjadi missionaris di Kanada.
Ia tahu bahwa sebagai seorang missionaris, charles akan menghadapi barbagai risiko berbahaya bahkan risiko kematian.
Namun setelah melihat semangat missionaris yang dalam diri anaknya, Jean Garnier akhirnya merelakan Charles menjalani panggilan hidupnya sebagai missionaris di Dunia baru Kanada.
Charles Garnier tiba di Kanada pada tahun 1636 dan segera ditempatkan di misi Huron bersama dengan sesama imam Jesuit perancis, Pierre Chastellain SJ.
Ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai misionaris di antara suku Indian Hurons.
Bagi suku Hurons, Charles dijuluki sebagai "Ouracha", atau "pembawa hujani", setelah kedatangannya diikuti oleh hujan lebat yang mengakhiri kekeringan yang berkepanjangan di daerah tersebut.
Kemajuan suku Huron dibawah bimbingan para missionaris mendatangkan iri hati dari Suku Iroqouis.
Mereka menganggap para missionaris kulit putih adalah para tukang sihir yang berkerja bagi suku Huron dan mendatangkan kutukan wabah penyakit bagi mereka.
Pada tahun 1649 Suku Iroqouis menyerang suku Huron yang menampung para “tukang sihir kulit putih”.
Pada bulan Maret 1649, seorang missionaris Perancis bernama Jean de Brébeuf SJ, tewas dibantai suku Iroqouis.
Ketika mendengar kematian sahabatnya itu, Charles Garnier segera menyadari bahwa dia juga mungkin akan segera mati.
Pada tanggal 7 Desember 1649 suku Iroqouis menyerang desa suku Huron, Petun, dimana Charles Garnier tinggal.
Charles tidak melarikan diri. Ia tertangkap ketika berusaha membantu seorang Huron yang sedang sekarat.
Para Iroqouis kemudian memecahkan kepalanya dengan tomahawk.
Santo Charles Garnier SJ, Santo Noel Chabanel SJ, Santo Jean de Brebeuf SJ, santo Gabriel Lalement SJ, Santo Anto nine Daniel SJ, Santo Isak Joques SJ, Santo Rene Goupil dan Santo Jean de la Lande, sekarang sering disebut sebagai para Martir Amerika Utara atau para Martir Kanada.
Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
Arti Nama
Berasal dari nama Jermanik “Karl” yang berarti "Laki-laki / Jantan / Perkasa".
Variasi Nama
Carol (English), Carolus, Karl (Ancient Germanic), Carles, Carlos (Catalan), Karlo (Croatian).
Karel (Czech), Carl, Karl (Danish), Karel (Dutch), Kaarle, Kaarlo, Karl, Kalle (Finnish), Carl, Karl (German).
Kale (Hawaiian), Károly, Karcsi (Hungarian), Séarlas (Irish), Carlo (Italian), Sjarel (Limburgish).
Karolis (Lithuanian), Carl, Karl (Norwegian), Karol (Polish), Carlos, Carlinhos, Carlito, Carlitos (Portuguese).
Carol (Romanian), Karol (Slovak), Karel, Karol (Slovene), Carlos, Carlito, Carlitos (Spanish), Carl, Karl, Kalle (Swedish), Siarl (Welsh).
Bentuk Pendek
Charley, Charlie, Chas, Chaz, Chip, Chuck (English), Charlot (French).
Bentuk Feminim
Charla, Charlene, Charlotte, Charleen, Sharla, Sharleen, Sharlene (English), Carole, Charline, Charlotte (French).
3. Santo Sabinus
Menurut tradisi, Santo Sabinus adalah uskup kota Spoleto dan Asisi di awal abad ke-4.
Pada saat kaisar Diokletianus mulai menganiaya para pengikut Kristus, Sabinus tertangkap bersama para imam dan para diakonnya.
Pengadilan atas diri mereka ditangani langsung oleh Venustian, Gubernur wilayah Asisi.
Venustian menawarkan kebebasan bagi Sabinus dan para pembantunya jika mereka mau menyangkal Yesus dan menyembah patung dewa Yupiter, dewa tertinggi dari bangsa pagan Romawi.
Uskup Sabinus lalu maju ke depan seolah-olah hendak menyembah patung batu tersebut.
Namun ia lalu menyentuh patung tersebut dengan jarinya dan patung itu mendadak hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah.
Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan.
Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan memerintahkan agar tangan uskup Sabinus dipotong, dan para pembantunya disiksa sampai mati.
Sabinus kemudian digiring ke dalam penjara.
Dalam penjara, uskup kudus ini menyembuhkan mata seorang tahanan yang buta sejak lahir.
Venustian yang mendengar mujizat penyembuhan ini; kemudian meminta Sabinus untuk menyembuhkan matanya yang sudah lama sakit.
Sabinus kemudian berdoa kepada Yesus dan menyentuh mata Venustian.
Seketika itu juga sembuhlah mata sang gubernur.
Mujizat ini menyentuh hati Venustian.
Ia lalu bertobat dan meminta uskup Sabinus mempermandikannya.
Tak lama kemudian Venustian, yang sudah menjadi seorang pengikut Kristus, ikut ditangkap bersama isteri dan dua puternya.
Mereka lalu dipenggal bersama-sama dengan Uskup Sabinus oleh Lucius Gubernur Asisi yang baru.
Arti Nama
Sabinus berarti : "Orang Sabines" (Latin).
Sabines adalah suku kuno dulu tinggal di Italia tengah.
Wilayah mereka akhirnya dikuasai oleh kerajaan Romawi melalui beberapa kali peperangan.
Variasi Nama
Sabino, Savino (Italian), Sabinus (Latin).
Bentuk Feminim
Savina (Italian), Sabien (Dutch), Sabine (French), Sabine (German), Szabina (Hungarian).
Sumber: katakombe.org
(Update informasi seputar katolik klik di sini)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-7-Desember-Santo-Ambrosius-Santo-Charles-Garnier-dan-Santo-Sabinus.jpg)