Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Ambrosius, Santo Charles Garnier dan Santo Sabinus

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

Tayang:
katakombe.org
ILUSTRASI - Santo Ambrosius melarang Kaisar Theodosius I masuk Katedral, by Anthonis van Dyck (1599–1641). 

Ia juga melawan bidaah Arian dengan gigih.

Suatu ketika kaum Arian yang mendapat dukungan kuat dari kaisar dan ibu suri meminta izin dari bapa Uskup Ambrosius untuk menggunakan dua gedung gereja, satu di dalam kota, dan satunya lagi di pinggiran kota Milan.

Ambrosius menolak, dan karena itu ia dituntut pertanggung-jawabannya di hadapan dewan kekaisaran.

Dalam sidang yang dihadiri khalayak ramai itu, kegigihannya menyebabkan hakim memperbolehkannya pulang tanpa harus menyerahkan kedua gedung gereja tersebut.

Segala upaya dewan kekaisaran untuk dapat menguasai kedua Gereja itu bagi kaum Arian terbukti sia-sia.

Ketika mereka terus menekannya dengan segala cara; Bapa uskup malah mengeluarkan pernyataan yang sangat keras.

"Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk. Bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus.

Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar dari pada meninggalkannya.

Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya”.

Kemudian menurut legenda, ketegasan Santo Ambrosius ini dapat menghentikan pertumbuhan pengaruh ajaran sesat Arian di Milano.

Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berdiri paling di depan menyambut kedatangan mereka.

Ia berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya meninggalkan Milano.

Sebagai uskup Ambrosius tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pelayan iman bagi umatnya.

Ia melayani semua orang dengan penuh kasih; baik dari golongan petani miskin maupun dari keluarga bangsawan yang kaya raya.

Bagi Sang Uskup semua orang adalah sama dimata Tuhan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved