Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Ambrosius, Santo Charles Garnier dan Santo Sabinus

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

Tayang:
katakombe.org
ILUSTRASI - Santo Ambrosius melarang Kaisar Theodosius I masuk Katedral, by Anthonis van Dyck (1599–1641). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik hari ini 7 Desember 2021.

Orang Kudus Katolik pada 7 Desember merayakan Santo Ambrosius, Santo Charles Garnier dan Santo Sabinus.

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

1. Santo Ambrosius

Ambrosius adalah uskup kota Milan, salah satu keuskupan terpenting pada abad ke-4.

St. Ambrosius bersama-sama dengan Santo Augustinus Hippo, Santo Hieronimus, dan Santo Gregorius Agung, dianggap sebagai empat doktor Gereja Barat dalam Sejarah Gereja kuno.

Ambrosius lahir sekitar tahun 339 di Trier, Jerman, di lingkungan sebuah keluarga Kristen yang saleh.

Ayahnya adalah gubernur (prefect) Romawi di Gallia Narbonensis dan ibunya adalah seorang wanita kristen yang saleh.

Sebuah legenda mengatakan bahwa ketika masih anak-anak, sekelompok lebah hinggap di muka Ambrosius kecil dan meninggalkan setetes madu dimulutnya.

Bapaknya berpikir bahwa ini adalah tanda bahwa anak ini akan menjadi seorang yang sangat pandai berbicara.

Karena alasan ini, lebah dan sarang lebah sering tampak dalam simbol santo ini.

Ambrosius berencana mengikuti karier politik ayahnya, karena itu kemudian bersekolah di kota Roma.

Ia belajar sastra, hukum dan retorika. Kepandaiannya membuat ia mendapat tempat di dewan kota dan sekitar tahun 372 ia diangkat menjadi kepala dewan kota Liguria dan Emilia, dengan berkedudukan di kota Milano.

Saat itu Milano adalah ibu kota kedua Kerajaan Romawi setelah Kota Roma.

Kedudukan ini membuatnya menjadi terkenal ke seluruh negeri sebagai seorang administrator yang cakap dan seorang politisi ulung.

Pada masa itu umat di kota Milan terpecah menjadi dua golongan; Kristen Trinitarian dan Bidaah Arian.

Walau ia sendiri adalah seorang Kristen yang setia dan percaya pada Tuhan Yesus, namun Ambrosius sang Kepala Dewan Kota yang sangat bersahaja ini sangat dihormati dan diterima dengan baik oleh kedua golongan yang sedang bertikai ini.

Ketika Uskup Milan Auxentius meninggal dunia; Kedua golongan ini terlibat persaingan dan pertikaian sengit dalam pemilihan Uskup yang baru.

Gubernur Milan sampai harus datang secara pribadi ke basilika tempat pemilihan berlangsung, untuk mencegah kerusuhan yang mungkin akan terjadi.

Saat gubernur sedang berpidato ia diinterupsi dengan seruan-seruan "Angkat Ambrosius menjadi uskup!" yang kemudian diikuti oleh orang lain sehingga Ambrosius pun secara aklamasi diangkat sebagai uskup.

Ambrosius dengan keras menolak pengangkatannya ini karena ia sama sekali tidak siap.

Ia bukan seorang imam dan tidak memiliki pendidikan teologis.

Namun umat terus mendesaknya; gubernur Milan dan bahkan kaisar pun memintanya untuk menerima keputusan tersebut.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan” begitu kata mereka. Ambrosius kemudian dengan besar hati menerima pilihan umat kota Milan.

Sebagai uskup, ia segera menjalani cara hidup para pertapa (asketik) dan bermati-raga dengan sangat keras.

Ia menjual segala miliknya dan membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin.

Tanahnya yang luas ia serahkan kepada Gereja, dan sebagian kecil ia sisakan untuk saudara perempuannya Marselina (yang kemudian juga menjadi seorang santa).

Uskup Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya.

Ia juga melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan.

Ia juga melawan bidaah Arian dengan gigih.

Suatu ketika kaum Arian yang mendapat dukungan kuat dari kaisar dan ibu suri meminta izin dari bapa Uskup Ambrosius untuk menggunakan dua gedung gereja, satu di dalam kota, dan satunya lagi di pinggiran kota Milan.

Ambrosius menolak, dan karena itu ia dituntut pertanggung-jawabannya di hadapan dewan kekaisaran.

Dalam sidang yang dihadiri khalayak ramai itu, kegigihannya menyebabkan hakim memperbolehkannya pulang tanpa harus menyerahkan kedua gedung gereja tersebut.

Segala upaya dewan kekaisaran untuk dapat menguasai kedua Gereja itu bagi kaum Arian terbukti sia-sia.

Ketika mereka terus menekannya dengan segala cara; Bapa uskup malah mengeluarkan pernyataan yang sangat keras.

"Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk. Bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus.

Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar dari pada meninggalkannya.

Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya”.

Kemudian menurut legenda, ketegasan Santo Ambrosius ini dapat menghentikan pertumbuhan pengaruh ajaran sesat Arian di Milano.

Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berdiri paling di depan menyambut kedatangan mereka.

Ia berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya meninggalkan Milano.

Sebagai uskup Ambrosius tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pelayan iman bagi umatnya.

Ia melayani semua orang dengan penuh kasih; baik dari golongan petani miskin maupun dari keluarga bangsawan yang kaya raya.

Bagi Sang Uskup semua orang adalah sama dimata Tuhan.

Bahkan ketika kaisar Theodosius melakukan suatu dosa berat, Bapa Uskup tidak segan-segan menegurnya.

Teguran keras dari gembalanya tidak membuat Kaisar menjadi gusar dan marah.

Ia sadar bahwa Ambrosius benar.

Sebagai bukti pertobatannya; Kaisar dengan rendah hati melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya, sesuai dengan perintah dari bapa Uskup.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat.

Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur panjang.

Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.”

Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.

Arti Nama

Berasal dari kata Yunani Αμβροσιος (Ambrosios) yang berarti "abadi".

Variasi Nama

Ambrose (English), Ambrosios, Ambrosius (Ancient Greek), Ambroos, Broos (Dutch), Ambroise (French).

Ambrus (Hungarian), Ambrogio, Ambrogino, Giotto (Italian), Ambrósio (Portuguese), Ambrož (Slovene), Ambrosio (Spanish), Emrys (Welsh).

2. Santo Charles Garnier

Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Charles Garnier
ILUSTRASI - The Canadian martyrs, (1649).

Santo Charles Garnier SJ berasal dari keluarga bangsawan yang kaya.

Ayahnya adalah Jean Garnier, sekretaris Raja Henri III dari Perancis, dan ibunya bernama Anne de Garault.

Ia masuk seminari Serikat Jesus di Clermont Perancis pada tahun 1624 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1635.

Pada tahun 1636, Pater Garnier ditugaskan untuk menjadi seorang misionaris di New France (Kanada).

Awalnya sang ayahnya berusaha melarang Charles untuk menjadi missionaris di Kanada.

Ia tahu bahwa sebagai seorang missionaris, charles akan menghadapi barbagai risiko berbahaya bahkan risiko kematian.

Namun setelah melihat semangat missionaris yang dalam diri anaknya, Jean Garnier akhirnya merelakan Charles menjalani panggilan hidupnya sebagai missionaris di Dunia baru Kanada.

Charles Garnier tiba di Kanada pada tahun 1636 dan segera ditempatkan di misi Huron bersama dengan sesama imam Jesuit perancis, Pierre Chastellain SJ.

Ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai misionaris di antara suku Indian Hurons.

Bagi suku Hurons, Charles dijuluki sebagai "Ouracha", atau "pembawa hujani", setelah kedatangannya diikuti oleh hujan lebat yang mengakhiri kekeringan yang berkepanjangan di daerah tersebut.

Kemajuan suku Huron dibawah bimbingan para missionaris mendatangkan iri hati dari Suku Iroqouis.

Mereka menganggap para missionaris kulit putih adalah para tukang sihir yang berkerja bagi suku Huron dan mendatangkan kutukan wabah penyakit bagi mereka.

Pada tahun 1649 Suku Iroqouis menyerang suku Huron yang menampung para “tukang sihir kulit putih”.

Pada bulan Maret 1649, seorang missionaris Perancis bernama Jean de Brébeuf SJ, tewas dibantai suku Iroqouis.

Ketika mendengar kematian sahabatnya itu, Charles Garnier segera menyadari bahwa dia juga mungkin akan segera mati.

Pada tanggal 7 Desember 1649 suku Iroqouis menyerang desa suku Huron, Petun, dimana Charles Garnier tinggal.

Charles tidak melarikan diri. Ia tertangkap ketika berusaha membantu seorang Huron yang sedang sekarat.

Para Iroqouis kemudian memecahkan kepalanya dengan tomahawk.

Santo Charles Garnier SJ, Santo Noel Chabanel SJ, Santo Jean de Brebeuf SJ, santo Gabriel Lalement SJ, Santo Anto nine Daniel SJ, Santo Isak Joques SJ, Santo Rene Goupil dan Santo Jean de la Lande, sekarang sering disebut sebagai para Martir Amerika Utara atau para Martir Kanada.

Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.

Arti Nama

Berasal dari nama Jermanik “Karl” yang berarti "Laki-laki / Jantan / Perkasa".

Variasi Nama

Carol (English), Carolus, Karl (Ancient Germanic), Carles, Carlos (Catalan), Karlo (Croatian).

Karel (Czech), Carl, Karl (Danish), Karel (Dutch), Kaarle, Kaarlo, Karl, Kalle (Finnish), Carl, Karl (German).

Kale (Hawaiian), Károly, Karcsi (Hungarian), Séarlas (Irish), Carlo (Italian), Sjarel (Limburgish).

Karolis (Lithuanian), Carl, Karl (Norwegian), Karol (Polish), Carlos, Carlinhos, Carlito, Carlitos (Portuguese).

Carol (Romanian), Karol (Slovak), Karel, Karol (Slovene), Carlos, Carlito, Carlitos (Spanish), Carl, Karl, Kalle (Swedish), Siarl (Welsh).

Bentuk Pendek

Charley, Charlie, Chas, Chaz, Chip, Chuck (English), Charlot (French).

Bentuk Feminim

Charla, Charlene, Charlotte, Charleen, Sharla, Sharleen, Sharlene (English), Carole, Charline, Charlotte (French).

3. Santo Sabinus

Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Sabinus
Orang Kudus Katolik 7 Desember Santo Sabinus.

Menurut tradisi, Santo Sabinus adalah uskup kota Spoleto dan Asisi di awal abad ke-4.

Pada saat kaisar Diokletianus mulai menganiaya para pengikut Kristus, Sabinus tertangkap bersama para imam dan para diakonnya.

Pengadilan atas diri mereka ditangani langsung oleh Venustian, Gubernur wilayah Asisi.

Venustian menawarkan kebebasan bagi Sabinus dan para pembantunya jika mereka mau menyangkal Yesus dan menyembah patung dewa Yupiter, dewa tertinggi dari bangsa pagan Romawi.

Uskup Sabinus lalu maju ke depan seolah-olah hendak menyembah patung batu tersebut.

Namun ia lalu menyentuh patung tersebut dengan jarinya dan patung itu mendadak hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah.

Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan.

Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan memerintahkan agar tangan uskup Sabinus dipotong, dan para pembantunya disiksa sampai mati.

Sabinus kemudian digiring ke dalam penjara.

Dalam penjara, uskup kudus ini menyembuhkan mata seorang tahanan yang buta sejak lahir.

Venustian yang mendengar mujizat penyembuhan ini; kemudian meminta Sabinus untuk menyembuhkan matanya yang sudah lama sakit.

Sabinus kemudian berdoa kepada Yesus dan menyentuh mata Venustian.

Seketika itu juga sembuhlah mata sang gubernur.

Mujizat ini menyentuh hati Venustian.

Ia lalu bertobat dan meminta uskup Sabinus mempermandikannya.

Tak lama kemudian Venustian, yang sudah menjadi seorang pengikut Kristus, ikut ditangkap bersama isteri dan dua puternya.

Mereka lalu dipenggal bersama-sama dengan Uskup Sabinus oleh Lucius Gubernur Asisi yang baru.

Arti Nama

Sabinus berarti : "Orang Sabines" (Latin).

Sabines adalah suku kuno dulu tinggal di Italia tengah.

Wilayah mereka akhirnya dikuasai oleh kerajaan Romawi melalui beberapa kali peperangan.

Variasi Nama

Sabino, Savino (Italian), Sabinus (Latin).

Bentuk Feminim

Savina (Italian), Sabien (Dutch), Sabine (French), Sabine (German), Szabina (Hungarian).

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved