Doa Katolik
Pesan Natal 2021 dan Tema Natal 2021 KWI PGI: Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan
Pesan Natal 2021 dikeluarkan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pesan Natal 2021 dikeluarkan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
KWI PGI mengingatkan untuk saling mengasihi dengan segenap hati dalam kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas melalui tindakan belarasa.
Yesus Kristus yang dirayakan kelahiran-Nya mendorong untuk mencari jalan-jalan baru yang kreatif untuk saling mengasihi, mewartakan keadilan dan membawa damai sejati.
Pandemi Covid-19 juga menyadarkan semua adalah saudari dan saudara yang berbeda dalam satu perahu dunia yang sedang menghadapi badai Covid-19.
Dalam situasi ini, falsafah hidup persaudaraan sebagai karakter khas orang Indonesia menjadi semakin bermakna dan semakin mendesak untuk dibatinkan dan wujudkan.
Sebagai saudari dan saudara semua diharapkan untuk saling menunjukkan kasih dalam aksi nyata.
Selengkapnya klik di sini
• Renungan Katolik 2 Desember 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan
Tema Natal
Tema Natal 2021 kali ini mengusung pesan “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan” yang dikutip dari ayat Alkitab 1 Petrus 1: 22.
“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”
Tema Natal dari Tahun ke Tahun
Tema Natal 2015
Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah
(Kejadian 19:6)
Tema Natal 2016
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud
(Lukas 2:11)
Tema Natal 2017
Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu.
(Kolose 3:15)
Tema Natal 2018
Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita
(Bdk 1 Kor. 1:30a)
Tema Natal 2019
Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang
(Yohanes 15 : 14-15)
Tema Natal 2020
"...Mereka akan Menamakan-Nya Imanuel"
(Matius 1:23)
Tema Natal 2021
" Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”
(1 Petrus 1: 22)
• Kalender Liturgi Katolik Desember 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan 2 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan
Makna Natal
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.
Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 31 januari.
Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi.
Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman, dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.
Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (Matius 1:18-2:23) dan Lukas (Lukas 2:1-21).
Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan.
Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke kota Betlehem untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Agustus, Kaisar Romawi pada saat itu.
Karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap di kota itu, bayi Yesus dibaringkan di sebuah palungan (malaf).
Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, nenek moyang Yusuf, memenuhi nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1-2). (Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon.)
Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan orang-orang majus dari Timur yang diduga adalah Arabia atau Persia untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan.
Orang-orang bijak tersebut mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang yang sekarang disebut Bintang Betlehem menyambut kelahiran seorang raja.
Penelitian lebih lanjut memandu mereka ke Betlehem Yudea dan rumah Maria dan Yusuf.
Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus.
Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut.
Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka.
Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari tindakan Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya.
Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindar dari raja Yudea baru (anak Herodes Agung, yakni Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret.
Sisi lain dari cerita kelahiran Yesus yang disampaikan oleh kitab Injil Lukas adalah penyampaian berita itu oleh para malaikat kepada para gembala.
Dalam Injil Matius dicatat bahwa ada orang-orang Majus dari Timur datang ke Yudea karena melihat sebuah bintang yang besar bersinar di atas wilayah Yerusalem.
Mereka mengikuti bintang itu hingga ke kota Betlehem, tempat kelahiran Yesus.
Beberapa astronom dan sejarawan telah berusaha menjelaskan gabungan sejumlah peristiwa angkasa yang dapat ditelusuri yang mungkin dapat menerangkan penampakan bintang raksasa yang tidak pernah dilihat sebelumnya itu.
Pendapat yang paling kuat adalah dari Johannes Kepler, yang menerangkan bahwa Bintang Natal atau Bintang Betlehem itu secara astronomik adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada konstalasi Pisces.
Dan konjungsi ini memang benar terjadi pada bulan Desember tahun 7 SM.
Mula-mula orang-orang Majus itu bertanya-tanya kepada penduduk Yerusalem, kemudian mereka dibawa menghadap raja Herodes.
Raja Herodes bertanya kepada ahli kitab, di mana Mesias akan dilahirkan.
Berdasarkan Alkitab, Mesias akan dilahirkan di Betlehem dan informasi ini dipakai untuk membantu para orang majus mengetahui letak di mana Yesus dilahirkan.
Herodes minta setelah bertemu bayi itu agar mereka kemudian dapat melaporkan kepada Herodes.
Tetapi karena mengetahui niat Herodes yang jahat, para orang majus tidak kembali melaporkan kepada Herodes.
Sumber: wikipedia
(Update informasi seputar katolik klik di sini)
(*)