Breaking News:

Tes SKB CPNS Kejaksaan di Kalbar Dimulai, Kajati Kalbar: Proses Tes Transparan Tanpa Rekayasa

Untuk mengecek kevalidan data , selain menyerang kartu ujian disertai identitas diri, panitia pelaksana pun melakukan scarner terhadap wajah para pese

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Mashudi saat meninjau Pelaksanaan Tes SKB Kejaksaan RI di Kalimantan Barat , Senin 29 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tes Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia di Kalimantan Barat dilangsungkan, Senin 29 November 2021.

Bertempat di gedung UPT BKN Pontianak, jalan veteran Pontianak, 150 peserta tes asal Kalimantan Barat mengikuti pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Bidang.

Tes SKB ini dilaksanakan dalam 3 sesi dengan menerapkan protokol kesehatan lengkap

Sebelum para peserta masuk kedalam ruangan, diluar peserta harus melakukan pemeriksaan suhu, dan kevalidan data peserta.

Untuk mengecek kevalidan data , selain menyerang kartu ujian disertai identitas diri, panitia pelaksana pun melakukan scarner terhadap wajah para peserta untuk diidentifiki.

Setelah semua data identitas diri sesuai barulah peserta diizinkan masuk ke dalam ruangan tes.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Masyhudi yang meninjau pelaksanaan SKB ini mengatakan bahwa dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI mendapatkan sebanyak 4.000 formasi, dan 1.000 diantaranya merupakan Formasi Jaksa.

Detail Jadwal Ujian SKB CPNS 2021 Tahap II Mulai Sabtu 27 November 2021

Kemudian, pada tahapan awal pendaftaran, di Kalimantan Barat terdapat 879 peserta dan hingga akhirnya terpilihlah 150 yang mengikuti seleksi kompetensi Bidang.

Kepada para peserta yang mengikuti SKB, Dr. Masyhudi berpesan agar mengerjakan soal - soal dengan fokus dan tenang, selain itu dalam mengerjakan soal harus dengan jujur.

Masyhudi pun memastikan bahwa pelaksanaan tes saat ini dilangsungkan dengan transparan tanpa adanya rekayasa apapun.

Selain harus memiliki kompetensi akademik yang baik, Masyhudi mengatakan pegawai dilingkungan Kejaksaan haruslah memiliki integritas yang baik dan dapat bekerja berdasarkan hati serta kejujuran.

"Bukan hanya dapat bekerja dengan baik ya, tetapi pegawai kejaksaan harus lah memiliki moral dan berhati nurani dalam menjalankan tugas,,"ujarnya.

Selain itu, seperti halnya yang disampaikan Presiden Joko Widodo, Masyhudi berpesan kepada seluruh peserta bilananti lolos seleksi agar dapat berpegang teguh bahwa ASN merupakan pelayanan masyarakat, bukan malah menginginkan dilayani masyarakat.

"Jadi bukan hanya sekedar diterima di Kejaksaan atau lembaga Negara yang lain, tapi harus benar - benar memiliki jiwa untuk melayani masyarakat, sehingga pelayanan ASN untuk masyarakat benar - benar bermanfaat, jangan malah menjadikan masyarakat sebagai objek, "jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved