Breaking News:

Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Diharapkan Masuk Perda

"Kami akan memaksimalkan Kelurahan bersinar ini agar dimasukkan ke dalam raperda. Mudah-mudahan apa yang sudah disepakati bahwa Kelurahan bersinar ini

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak, AKBP Ngatiya memberikan sambutan saat launching Kelurahan bersinar di gang Ramadhan Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu 27 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak, AKBP Ngatiya mengapresiasi atas terselenggaranya launching Kelurahan bersinar di gang Ramadhan Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu 27 November 2021.

Ia berharap tahun 2022 harus semuanya menjadi Kelurahan bersinar.

Karena masalah Narkoba ini sudah menjadi problem yang cukup serius, maka dirinya juga berharap agar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ini masuk ke dalam raperda Kota Pontianak.

"Kami bersama Kesbangpol kepada DPRD dalam kaitannya untuk P4GN ini yang saat ini sudah pembuatan Raperda kita berharap agar masuk di raperda, " ujarnya.

"Kami akan memaksimalkan Kelurahan bersinar ini agar dimasukkan ke dalam raperda. Mudah-mudahan apa yang sudah disepakati bahwa Kelurahan bersinar ini akan dimasukkan ke dalam raperda sehingga setiap Kelurahan bisa menganggarkannya, " katanya.

Kehadiran Kelurahan Bersinar di Kota Pontianak untuk Perangi Bahayanya Narkoba

Ia mengatakan, program kelurahan bersinar ini merupakan program nasional yang diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Presiden, kemudian ditindaklanjuti oleh Mendagri dan BNN sehingga turunnya ditingkat provinsi dan kabupaten/kota bernama Terpadu. Sedangkan ditingkat lurah atau desa bernama Bersinar.

Ia menerangkan, alasan dibentuknya kelurahan bersinar lantaran Indonesia saat ini darurat Narkoba. Menurutnya, peredaran Narkoba saat ini sudah tidak memandang sosial dan tempat.

Bahkan saat ini, peredaran Narkoba, kata dia, sudah potensi masuk ke Desa-Desa atau ke pelosok dan tak dipungkiri pengguna Narkoba pun bertambah setiap tahunnya.

"Dan Kota Pontianak sudah kita bersama kesbangpol dan polresta sudah merumuskan yang rawan berdasarkan indikator utama , bandar maupun kurir, " katanya.

Ia menyebut dari 29 Kelurahan di Kota Pontianak terdapat 8 Kelurahan yang rawan Narkoba termasuk di Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara.

Dari data dari BNN, Polresta dan Kesbangpol ia menyebutkan pecandu Narkoba pada tahun 2020 sebanyak 880.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak agar bersama-sama memerangi Narkoba. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved