WADUH! Varian Baru Covid-19 yang Lebih Menular Kembali Ditemukan, Kini dari Afrika Selatan

Menurut ilmuwan Afrika Selatan, varian baru Covid-19 yang disebut B.1.1.529 memiliki "konstelasi yang sangat tidak biasa" dari mutasi yang memprihatin

Editor: Ishak
WALTRAUD GRUBITZSCH / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE VIA AFP
Tenaga Medis memberikan penanganan terhadap pasien terinfeksi Covid-19 di Jerman beberapa waktu lalu / ILUSTRASI COVID-19 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Covid-19 mungkin agaknya masih akan menjadi ‘hantu’ yang meneror kehidupan masyarakat global

Penyakit yang diakibatkan infeksi virus Corona jenis baru yang semula ditemukan dari Wuhan China akhir 2019 tersebut, ‘bermetamorfosa’ dalam berbagai bentuk varian

Dengan varian Delta asal dari India yang merebak pesat dan mendominasi penyebaran Covid-19 di banyak belahan negara dunia

Tak tuntas varian Delta, baru-baru ini muncul dan ditemukan lagi varian baru Covid-19 yang diperkirakan lebih menular

Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Meliau Sanggau Gelar Vaksinasi Massal

Kali ini, dari Afrika Selatan !

Dirangkum dari laman Kontan.co.id Jumat 26 November 2021, Ilmuwan Afrika Selatan mendeteksi varian baru Covid-19 dalam jumlah kecil

Dan sedang bekerja untuk mempelajari dampak potensialnya.

Menurut ilmuwan Afrika Selatan, varian baru Covid-19 yang disebut B.1.1.529 memiliki "konstelasi yang sangat tidak biasa" dari mutasi yang memprihatinkan.

Member BLACKPINK, Lalisa Manoban Positif Covid-19, YG Entertainment Dinilai Lalai

Sebab, bisa menghindari respons imun tubuh dan membuatnya lebih menular, para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan dalam konferensi pers Kamis 25 November 2021 lalu, seperti dikutip dari Kontan.co.id yang merangkum dari laman Reuters.

Mereka menyebutkan, tanda-tanda awal dari laboratorium diagnostik menunjukkan, varian tersebut meningkat pesat di Provinsi Gauteng yang paling padat penduduknya

Dan mungkin sudah ada di delapan provinsi lainnya Afrika Selatan.

Afrika Selatan telah mengonfirmasikan sekitar 100 spesimen sebagai B.1.1.529.

Tapi, variannya juga ditemukan di Botswana dan HongKong, dengan kasus di Hong Kong adalah seorang pelancong dari Afrika Selatan.

Para ilmuwan meyakini, sebanyak 90% kasus baru di Gauteng bisa jadi B.1.1.529.

DPC Partai Gerindra Sanggau Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Kecamatan Tayan Hulu

"Meskipun datanya terbatas, para ahli kami bekerja lembur dengan semua sistem pengawasan yang ada untuk memahami varian baru dan apa implikasi potensialnya," kata Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved