Breaking News:

Upah Minimum 2022

Terkait Penetapan UMK Landak 2022, Ketua Apindo : Sudah Sesuai Regulasi

Jadi saat rapat bersama kemarin, semua menerima penetapannya dan tidak ada deadlock karena disetujui. Sebab semuanya sudah sesuai

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Alfon Pardosi
Ketua Apindo Landak Paulus Adi SH (tengah) saat foto bersama pihak perusahaan seusai rapat bahas penetapan UMK Landak tahun 2022 pada Rabu 24 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Landak Paulus Adi SH menerangkan, terkait penetapan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Landak 2022 yang telah dibahas dan ditetapkan menurutnya sudah sesuai.

"Jadi kenaikannya sudah sesuai dengan regulasi. Kita mengacu pada surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan PP 36 tahun 2001 tentang pengupahan," ujar Paulus Adi kepada Tribun dihubunggi pada Kamis 25 November 2021.

Untuk diketahui, rapat pembahasan penetapan UMK Kabupaten Landak untuk tahun 2022 sudah disepakati oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Landak pada Rabu 24 November 2021.

Dimana untuk UMK Kabupaten Landak tahun 2022 disepakati yakni Rp 2.582.000, dan naik 1,26 persen dari tahun sebelumnya yang nilainya sebesar Rp 2.549.884.

UMK Landak Tahun 2022 Sudah Disepakati, Segini Nilainya

"Jadi saat rapat bersama kemarin, semua menerima penetapannya dan tidak ada deadlock karena disetujui. Sebab semuanya sudah sesuai dengan rumus yang ditetapkan," terang Paulus Adi.

Selain itu dirinya menyampaikan, sekarang dalam penetapan UMK itu lebih mudah.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pembahasan UMK bisa berlangsung alot, karena mengacu pada KHL yaitu survei KHL dan sebagainya.

"Kalo sekarang tidak, kita mengunakan data statistik dari BPS. Jadi kenaikan inflasi kita berapa, tinggal kita masukkan ke rumusnya yang sudah ada diformulasikan, dan akan keluar hasilnya," tambah Paulus Adi.

Dirinya juga menyampaikan, nilai UMK yang disepakati dan selanjutnya akan diusulkan tersebut memang berlaku untuk karyawan masa kerja di bawah satu tahun kerja.

"Untuk karyawan yang di atas satu tahun kerja itu beda, nanti ada diskala upah di internal perusahaan dengan karyawan. Jadi standar skala upah itu antara karyawan dan perusahaan," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved