Breaking News:

Bagus Minta Pemkab Sambas Juga Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer

Akan tetapi jika hal itu terjadi pada guru honorer, maka dirinya tidak bisa membayangkan dengan apa guru itu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Bagus Setiadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengatakan masalah keterlambatan gajih memang mesti diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah.

Kata dia, keterlambatan gajih yang juga mesti diperhatikan adalah para guru honorer. Dimana kata Bagus, kesejahteraan mereka masih belum sepenuhnya terpenuhi.

"Yang tidak kalah penting diperhatikan adalah kesejahteraan guru honorer, buka hanya masalah keterlambatan gajih. Kota contohkan, guru honorer gajihnya ada yang hanya 500 ribu perbulan, tapi mesti menunggu tiga bulan baru di bayar," ujarnya, Kamis 25 November 2021.

Menurut Bagus, jika keterlambatan itu terjadi kepada ASN menurutnya itu tidak terlalu riskan karena gajih yang diterima juga tergolong besar.

Electrifying Lifestyle Rambah Institusi Pendidikan di Sambas

Akan tetapi jika hal itu terjadi pada guru honorer, maka dirinya tidak bisa membayangkan dengan apa guru itu memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Kalau gajih honorer terlambat, apalagi guru nantinya dia mau menggunakan dana yang mana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, bisa saja mereka tidak fokus mengajar dan mencari kerjaan sampingan lalu anak-anak sekolah terlantar," katanya.

"Karenanya, mesti ada langkah konkrit, apa kendalanya sampai gajih telat bayar, mengapa terlambat dan lain-lain. Ini yang harus di pecahkan dulu, kalau soal pembayaran tepat waktu saya kira bisa saja dilakukan dengan cepat," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved