Breaking News:

42.585 Jiwa di 10 Kecamatan Wilayah Kapuas Hulu Terdampak Banjir

Adapun kecamatan yang sudah mulai berangsur surut dari 2-20 cm seperti, Jongkong, Silat Hilir, Embaloh Hilir, Badau, Bunut Hilir dan Embaloh Hulu.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Terlihat salah satu rumah warga di Desa Jongkong Kiri Hulu Kecamatan Jongkong, yang sudah terendam banjir di dalam rumah, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, kondisi banjir di wilayah Kapuas Hulu masih berlangsung di 10 kecamatan
dari 23 kecamatan yang ada di Kapuas Hulu.

"Laporan hari ini dari beberapa kecamatan, air masih naik 2-3 cm karena kondisi hujan masih terjadi di wilayah Kapuas Hulu, seperti kecamatan Batang Lupar, Semitau, Suhaid, dan Selimbau, ujarnya kepada Tribun, Sabtu 20 November 2021.

Adapun kecamatan yang sudah mulai berangsur surut dari 2-20 cm seperti, Jongkong, Silat Hilir, Embaloh Hilir, Badau, Bunut Hilir dan Embaloh Hulu.

"Untuk Kecamatan Pengkadan sudah tidak terdampak banjir lagi," ucapnya.

Sedangkan 10 kecamatan yang masih terendam atau terdampak banjir yaitu, Kecamatan Silat Hilir ada 5,764 jiwa (1.843 KK), Selimbau sebanyak 6.107 jiwa (1.895 KK), Semitau ada 4.970 jiwa (1.760 KK), Suhaid sebanyak 6.583 jiwa (2.32 KK), Batang Lupar ada 1.283 jiwa (380 KK), Jongkong sebanyak 5.538 jiwa (1.592 KK), Badau ada 967 jiwa (303 KK), Embaloh Hulu sebanyak 213 jiwa (213 KK), Embaloh Hilir ada 6.245 jiwa (1.866 KK), dan Bunut Hilir sebanyak 4.915 jiwa (1.621 KK).

Kankemenag Kapuas Hulu Minta KUA Segera Laporkan Data Tempat Ibadah Terendam Banjir

"Jadi total masyarakat Kapuas Hulu di 10 Kecamatan yang terdampak banjir ada sebanyak 42.585 jiwa atau 13.794 KK. Sedangkan empat kecamatan yang terdampak tinggi akibat banjir yaitu, Batang Lupar, Selimbau, Suhaid, dan Semitau," ucapnya.

Gunawan menuturkan, kebutuhan mendesak saat ini bagi masyarakat yang terdampak banjir di 10 kecamatan tersebut yaitu, air bersih, logistik dan sarana dan prasarana evakuasi seperti perahu. "Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, Provinsi Kalbar, dan sejumlah pihak lainnya terus bergulir membagikan sembako ke masyarakat yang terdampak banjir," ujarnya.

Sedangkan untuk kondisi banjir berdasarkan pantauan dari BPBD Kapuas Hulu, dibeberapa titik lokasi banjir ketinggian air rata-rata 1 m hingga 2,5 meter, sesuai tinggi permukaan lokasi banjir di masing-masing kecamatan dari tanggal 3- 20 November 2021, disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Hampir semua pemukiman di pinggir sungai kapuas terendam banjir dengan ketinggian 50 cm sd 100 cm dari lantai rumah, dan ada juga untuk saat ini sebagian desa dari 10 kecamatan debit air berkurang atau surut," ucapnya.

Kemudian data sementara masyarakat yang terdampak banjir sedang mengungsi yaitu, Kecamatan Silat Hilir berada di Desa Pangeran lokasi Perpustakaan Desa Pangeran ada sebanyak 1 KK.

"Ada juga beberapa warga mengungsi ke rumah warga yang memiliki rumah lantai dua. Terakhir di Desa Baru Kecamatan Silat Hilir, beberapa warga mengungsi ke rumah warga yang memiliki rumah dua lantai sebanyak 42 KK," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved