Breaking News:

Pola Hidup Sehat

CARA Menyembuhkan Orang yang Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Cek Penyebab Darah Tinggi

Jika tidak segera ditangani,darah tinggi bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung.....

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Penyebab Darah Tinggi. 

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih (lebih dari 7 kali per minggu) cenderung mengalami hipertensi.

Hal ini diduga berkaitan dengan bahaya alkohol, termasuk wine, yang dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih keras dan kaku, sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat.

PENYEBAB Gula Darah Tinggi, Ini Kadar Gula Darah Normal Usia 50 Tahun

7. Stres

Stres, sering cemas, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor risiko yang cukup sering berkontribusi pada munculnya darah tinggi.

Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

Mengingat tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain, seperti penyakit jantung dan stroke, maka mengenali dan menjauhi faktor-faktor risiko hipertensi dapat menjadi langkah yang baik untuk mencegah kondisi ini.

Beberapa faktor risiko, seperti faktor keturunan, memang tidak bisa dicegah.

Namun dengan tetap menjalani gaya hidup sehat, risiko terjadinya tekanan darah tinggi dapat ditekan dan darah tinggi dapat lebih mudah terkontrol.

Cara mengatasi dan menurunkan tekanan darah tinggi

Gaya hidup sehat merupakan cara utama dalam penanganan hipertensi.

Lalu, apa saja gaya hidup sehat yang perlu diterapkan?

Berikut tips dan cara mengatasi dan menurunkan tekanan darah tinggi untuk Anda:

1. Mengurangi konsumsi garam

Ketika Anda didiagnosa tekanan darah tinggi, hal utama yang perlu Anda lakukan adalah menghindari asupan atau makanan penyebab hipertensi.

Adapun asupan yang paling berperan dalam menyebabkan hipertensi, yaitu natrium atau garam, baik garam meja maupun natrium yang terkandung dalam makanan kemasan atau kaleng.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah mengurangi asupan garam dalam makanan Anda.

Mengurangi asupan garam dan natrium sedikit saja diyakini dapat meningkatkan kesehatan jantung serta menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mmHg bila Anda memiliki hipertensi.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk mengonsumsi garam atau natrium tidak lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh per hari.

Namun, bila sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, Anda disarankan untuk mengonsumsi garam atau natrium tidak lebih dari 1.500 mg per hari.

Mengurangi asupan garam bukanlah hal yang mudah.

Anda bisa melakukannya secara perlahan hingga mencapai target yang Anda inginkan.

Jika Anda selama ini sudah terbiasa untuk membumbui masakan dengan garam atau MSG, lebih baik Anda mengganti garam tersebut dengan rempah atau penyedap alami,seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, daun salam, sereh, lemon, cuka, merica, atau lada hitam.

Selain mengurangi garam dalam masakan, Anda pun perlu mengecek label pada makanan kemasan yang akan Anda beli.

Pilihlah makanan dengan kadar natrium rendah dan kurangi konsumsi makanan olahan untuk menghindari garam dan natrium berlebih dalam tubuh Anda.

2. Mengonsumsi makanan yang sehat

Setelah mengurangi asupan garam, cara untuk menurunkan darah tinggi lainnya, yaitu dengan mengonsumsi makanan penurun darah tinggi yang sehat serta mengikuti pedoman diet DASH.

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak.

Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Pilihlah makanan yang mengandung serat tinggi, rendah lemak, rendah kolesterol, seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, serta susu dan produk susu rendah lemak, untuk dikonsumsi setiap hari.

Memilih makanan-makanan ini diyakini dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg bila Anda memiliki hipertensi.

Anda pun perlu mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, alpukat, tomat, kentang, serta aneka ikan laut.

Pasalnya, kalium dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah di dalam tubuh Anda.

3. Mengurangi asupan kafein

Efek kafein pada tekanan darah memang sering diperdebatkan.

Namun, kafein disebut dapat menaikkan tekanan darah hingga 10 mmHg pada orang yang jarang mengonsumsinya.

Adapun pada beberapa orang yang sering mengonsumsi kopi berkafein hanya berdampak sedikit pada kenaikan tekanan darah.

Meski demikian, bila Anda memiliki darah tinggi, ada baiknya Anda mengurangi asupan kafein.

Bila Anda ragu, tanyakan kepada dokter mengenai efek kafein pada tubuh Anda.

Simvastatin Adalah Obat Penurun Kolesterol, Kenali Efek Samping Obat Simvastatin

4. Mengurangi konsumsi alkohol

Selain mengurangi garam dan kafein serta mengonsumsi makanan yang sehat, Anda pun perlu mengurangi asupan alkohol.

Pasalnya, alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan mengurangi efektivitas obat darah tinggi yang Anda minum.

Jadi, bila Anda sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, mengonsumsi alkohol justru dapat memperparah kondisi kesehatan Anda.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari konsumsi minuman keras ini.

Dengan mengurangi asupan alkohol, tekanan darah Anda berpotensi menurun hingga 4 mmHg.

5. Menghentikan kebiasaan merokok

Apabila Anda perokok aktif, cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah berhenti merokok.

Dilansir dari Mayo Clinic, setiap rokok yang Anda hisap dapat meningkatkan tekanan darah selama beberapa menit setelah Anda selesai merokok.

Pasalnya, rokok mengandung nikotin dan zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis.

Adapun pembuluh darah yang menyempit dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Selain kenaikan tekanan darah, merokok dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami masalah kesehatan lainnya, seperti stroke dan serangan jantung.

8 MAKANAN Penurun Asam Urat, Berapa Batas Normal Asam Urat Wanita dan Pria Dewasa?

Jika Anda mengalami kesulitan berhenti merokok, lakukanlah secara perlahan dan kuatkan tekat Anda untuk berhenti sepenuhnya.

Anda pun bisa meminta bantuan dokter untuk menyusun strategi dan cara berhenti merokok yang sesuai untuk menurunkan hipertensi Anda.

Adapun bila Anda tidak merokok, Anda pun perlu menjauhi asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif.

Pasalnya, perokok pasif juga berisiko tinggi terserang berbagai penyakit akibat asap rokok.

6. Melakukan olahraga secara rutin

Cara yang efektif dan ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi lainnya, yaitu melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.

Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah arteri tetap elastis, sehingga aliran darah menjadi normal dan tekanan darah menurun.

Namun, aktivitas fisik dan olahraga untuk hipertensi ini harus dilakukan secara rutin dan teratur agar efektif dalam menurunkan tekanan darah.

Bila tidak dilakukan secara rutin dan teratur, tekanan darah Anda dapat meningkat kembali.

Sebaliknya, aktivitas fisik atau olahraga yang rutin dan teratur diyakini dapat menurunkan tekanan darah hingga 5-8 mmHg bagi penderita hipertensi.

Sementara bagi Anda yang memiliki prehipertensi, berolahraga adalah cara yang dapat menghambat terjadinya hipertensi serta menurunkan tekanan darah yang mulai tinggi.

Lalu, apa saja olahraga yang baik untuk mengatasi tekanan darah tinggi? Olahraga untuk penderita hipertensi sebenarnya sangat mudah dilakukan.

Anda hanya perlu memasukkan aktivitas fisik intensitas sedang ke rutinitas harian Anda untuk bisa mendapatkan manfaat ini.

Pada dasarnya, setiap aktivitas fisik yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan Anda, dianggap sebagai cara menurunkan darah tinggi yang baik.

Anda bisa jalan kaki setiap hari dengan anak Anda atau sambil membawa anjing peliharaan Anda berjalan-jalan.

Aktivitas jalan kaki juga bisa dilakukan ketika Anda berangkat kerja ke kantor.

Anda pun bisa memilih aktivitas olahraga lainnya yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi, seperti aerobik, kardio, latihan kelenturan, hingga latihan kekuatan seperti angkat beban.

Adapun olahraga aerobik lain yang mudah diterapkan sehari-hari, seperti joging, bersepeda, menari, atau sesekali berenang.

Lakukanlah olahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 30 menit setiap hari untuk dapat menurunkan tekanan darah Anda.

Jika Anda memilih jenis dan cara olahraga yang berintensitas tinggi, misalnya berlari, lakukanlah sekitar 75 menit per minggu untuk menurunkan darah tinggi ke tekanan darah yang normal.

7. Menambah aktivitas di luar ruangan

Olahraga bisa dilakukan di dalam ataupun di dalam ruangan.

Bila Anda memilih olahraga di dalam ruangan, Anda perlu sesekali beraktivitas di luar ruangan sebagai salah satu cara untuk mengatasi hipertensi.

Pasalnya, aktivitas di luar ruangan dapat membantu Anda mendapatkan vitamin D yang dibutuhkan tubuh.

Adapun kekurangan vitamin D disebut dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Meski demikian, penelitian tambahan dibutuhkan untuk membuktikan fakta tersebut.

8. Menjaga berat badan ideal

Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi.

Oleh sebab itu, menjaga berat badan yang sehat adalah cara sederhana lainnya yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Disebut oleh Mayo Clinic, menurunkan berat badan sedikit saja dapat memengaruhi tekanan darah Anda.

Secara umum, Anda dapat menurunkan tekanan darah hingga 1 mmHg untuk setiap 1 kg berat badan yang Anda turunkan.

Adapun Anda bisa mendapatkan berat badan yang ideal dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur seperti yang telah disebutkan di atas.

9. Mengelola stres

Orang dengan hipertensi sering kali menyepelekan cara menurunkan darah tinggi yang satu ini karena dianggap tak penting.

Padahal, stres dapat menyebabkan hipertensi dan kondisi ini pun dapat membuat Anda melakukan berbagai kebiasaan buruk, seperti merokok, konsumsi alkohol atau makanan yang tidak sehat, yang pada akhirnya dapat menaikkan tekanan darah.

Stres dapat terjadi karena berbagai hal, seperti pekerjaan, keluarga, finansial, atau lainnya.

Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan hipertensi karena kondisi ini bisa menimbulkan stres pada diri Anda.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengelola stres sebaik mungkin sebagai upaya untuk menurunkan tekanan darah.

Adapun untuk mengelola stres, Anda perlu mencari tahu apa penyebab stres yang sering Anda alami serta mengatasi penyebab tersebut.

Anda pun bisa melakukan hal-hal yang bisa menenangkan pikiran Anda sehingga stres bisa menghilang, seperti mendengarkan musik, curhat, meditasi, atau melakukan hobi yang Anda sukai.

10. Membiasakan diri berpuasa

Selain mengonsumsi makanan sehat, melakukan berbagai jenis olahraga, dan menjaga pikiran agar tidak stres, menurunkan darah tinggi juga bisa dilakukan dengan cara berpuasa.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Society of Hypertension pada 2017, puasa diyakini merupakan cara yang efektif membantu menurunkan darah tinggi pada pasien hipertensi ringan hingga sedang.

Selain itu, puasa juga merupakan cara tubuh Anda untuk beristirahat dari makanan pemicu hipertensi dan masalah emosi, sehingga Anda dapat menurunkan darah tinggi.

Alhasil, tekanan darah cenderung stabil selama berpuasa.

Namun, bila Anda memilih berpuasa sebagai cara untuk menurunkan darah tinggi, Anda harus mengimbanginya dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda sebelum dan setelah puasa dilakukan.

Pastikan Anda minum setidaknya delapan gelas sehari untuk mencegah dehidrasi saat puasa, yang justru mengembangkan risiko komplikasi hipertensi pada kemudian hari. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved