Dinas Kesehatan Sintang Optimalkan Layanan Kesehatan Keliling Jangkau Warga Terdampak Banjir

Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, memastikan pelayanan kesehatan optimal diberikan kepada warga terdampak banjir. Masyarakat yang tidak dapat menjang

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, memastikan pelayanan kesehatan optimal diberikan kepada warga terdampak banjir. Masyarakat yang tidak dapat menjangkau fasilitas kesehatan, maka tim akan menjangkaunya dengan Pusling air. Pelayanan kesehatan diberikan tidak dipungut biaya, sepersepun. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, memastikan pelayanan kesehatan optimal diberikan kepada warga terdampak banjir. Masyarakat yang tidak dapat menjangkau fasilitas kesehatan, maka tim akan menjangkaunya dengan Pusling air. Pelayanan kesehatan diberikan tidak dipungut biaya, sepersepun.

“Sejak 5 Oktober kita sudah memberikan pelayanan 24 jam. Saat banjir di Serawai dan Ambalau, rumah sakit pratama serawai dan puskemas sudah melakukan layanan jemput bola pada daerah yang tidak bisa mencapai akses layanan kesehatan. Di puskemas sendiri, kita tetap memberikan 24 jam pelayanan,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan koordinator PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Azni Firmania, Senin 8 November 2021.

Sejak banjir pasang melanda kota Kecamatan Sintang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Kesehatan bersama dengan sejumlah puskemas rutin melakukan pelayanan keliling menggunakan perahu menjangkau rumah warga dan titik pengungsian.

Tiga puskemas tersebut antara lain Puskemas Dara Djuanti, Sungai Durian dan Tanjung Puri.

Gatal-gatal Serang Korban Banjir, Dinas Kesehatan di Sintang Pastikan Stok Obat

“Kita tetap berkoordinasi dengan yang lain, memantau secara intens berkoordinasi dengan fasyankes yang ada dan kecamatan untuk memberikan pelayan kesehatan secara optimal. Pada daerah terdampak banjir yang tidak bisa mencapai akses layan kesehatan, kita sistmenya jemput bola, jadi sudah 1 minggu ini teman-teman puskemas, TRC melakukan pusling air. Setiap harinya harinya melakukan pusling air, pada 3 sampai 4 titik,” ujar Azni.

Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, juga standby di Posko Penanganan Banjir, berkolaborasi dengan BPBD, Basarnas, PMI, TNI Polri membantu mengevakuasi pasien rujukan melintasi banjir di sejumlah ruas jalan di kota sintang.

“Kita juga mengevakuasi rujukan pasien, yang tidak bisa menjangkau rumah sakit. Ini kita lakukan dari dinas kesehatan di posko simpang 5. Bersama dengan polres, untuk bisa dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Menurut Azni, ada beberpa fasilitas layanan kesehatan yang terdampak banjir, hinga tidak bisa beroperasi. Seperti Puskemas Dara Juanti.

“Itu kita alihkan  ke keraton. Pelayan swasta juga seperti rumah sakit sayang ibu, juga sudah off tidak melakukan pelayan kesehatan karena banjir memang tinggi. Labkesda juga debit air naik, kita alihkan ke dinas kesehatan untuk yang melakukan cek antigen dan pcr,” jelasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved