Dinkes Klaim 50 Persen PMI Positif Covid-19 Bukan Warga Sambas

"Yang dirawat di asrama BKD ada 93 orang, tapi yang warga Sambas hanya 24 orang, sisanya dari luar Sambas dan luar Kalbar," katanya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Pelaksanaan rapat evaluasi penanganan Covid-19 di ruang rapat kerja Bupati Sambas, Rabu 27 Oktober 2021. (Wawan) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani mengatakan mereka baru saja melaksanakan rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Sambas.

Dikatakan dia dari rapat evaluasi itu mereka merumuskan beberapa kebijakan untuk penanganan Covid-19, khusunya penanganan kluster Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk lewat pintu PLBN Aruk.

"Menyikapi PMI yang masuk lewat Aruk mengalami konfirmasi positif yang tinggi, maka kami mengusulkan beberapa hal salah satunya adalah kita merencanakan agar PMI yang masuk dan bukan warga Sambas lansung di drop ke Pontianak," ujarnya, Rabu 27 Oktober 2021, di Kantor Bupati Sambas.

Kata dia, mereka berkeinginan hanya mengurus PMI yang asli warga Sambas karena selama ini merasa sangat berat mengurus PMI dan kerap kali di salahkan oleh provinsi dalam penanganan kluster PMI di perbatasan.

Waspadai Buaya, Masyarakat Diimbau Agar Berhati-hati Saat Beraktivitas di Sungai Palimpaan Sambas

"Jadi kita hanya mengurus PMI yang warga Sambas. Karena selama ini kita rasakan sangat berat, kemarin kita tetap urus semuanya tapi tetap disalahkan sama provinsi karena banyak yang positif," tuturnya.

Padahal kata dia, PMI yang masuk dan positif Covid-19 bukan hanya warga Sambas, tapi juga dari warga yang dari luar Sambas. Bahkan kata dia, lebih dari 50 persen PMI yang positif Covid-19 bukan warga Sambas.

"Yang dirawat di asrama BKD ada 93 orang, tapi yang warga Sambas hanya 24 orang, sisanya dari luar Sambas dan luar Kalbar," katanya.

"Begitu juga di Aruk, ada 120 yang positif warga Sambas hanya 73 orang, kalau kita hitung ini dibawah 50 persen yang warga Sambas positif Covid-19," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved