Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional, Daniel Johan : Terasa Istimewa

Daniel johan mengatakan bahwa peraturan ini merupakan wujud konkret komitmen negara dalam memberdayakan pendidikan pesantren?

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/David Nurfianto
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Kalbar Daniel johan (kanan) bersama Pembina Pondok Pesantren, Habib Abdullah Ridho (kiri) saat prosesi pemotongan tumpeng pada peringatan Hari Santri Nasional di Lembaga Pendidikan Nurul Islam Jalan Tabrani Achmad, Kota Pontianak pada Jumat 22 Oktober 2021 malam. || Foto : David Nurfianto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Kalbar Daniel johan menuturkan bahwa Hari Santri Nasional yang jatuh tanggal 22 Oktober ini dirasa lebih istimewa.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Lembaga Pendidikan Nurul Islam Jalan Tabrani Achmad, Kota Pontianak pada Jumat 22 Oktober 2021 malam.

"Terasa istimewa karena telah disahkannya UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan diterbitkannya Perpres No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren," ujarnya.

Daniel johan mengatakan bahwa peraturan ini merupakan wujud konkret komitmen negara dalam memberdayakan pendidikan pesantren?

Peringati Hari Santri Nasional, Habib Abdullah Ridho : Perkecil Ruang Gerak Radikalisme

“Kami (Partai Kebangkitan Bangsa-red) sebagai pencetus dan lokomotif di parlemen atas golnya peraturan ini tentu sangat bahagia dan lega, dan saya sangat mengapresiasi Presiden Jokowi atas warisan penting ini," ungkapnya.

Menurut Daniel undang-undang ini adalah warisan yang akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.? "Oleh karena itu kami meminta agar alokasi dana abadi pesantren dapat segera direalisasikan,” imbuhnya.

Daniel meyakini dana abadi ini penting, agar pesantren dapat terus dan semakin fokus melahirkan generasi-generasi berkualitas bangsa.?

"Sudah banyak pejuang negeri ini lahir dari kalangan pesantren termasuk yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional seperti KH Hasyim Asy'ari? ? dan KH Wahid Hasyim," Kata Daniel.

Lanjutnya, termasuk sosok Gusdur yang dikenal sebagai Bapak Bangsa, yang dicintai oleh seluruh golongan rakyat Indonesia dari berbagai suku, ras, maupun agama.?

Daniel menegaskan bahwa masyarakat pesantren itu memiliki tradisi yang kuat dalam berpikir, bertindak, dan bersikap dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

"Jadi harapan terdalam kita saat ini adalah segera terealisasinya dana abadi pesantren karena pesantren terus berupaya agar tidak terjadi lost generation akibat pandemi covid-19 ini,” tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved