Breaking News:

Manulife Jalankan Digitalisasi di Bisnis Asuransi, Investasikan Lebih dari 10 Juta Dolar AS

selama pandemi, Manulife rata-rata mendapatkan email sebanyak 800 buah dan panggilan lewat telepon sekitar 700 panggilan setiap hari.

Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Direktur Kepatuhan Manulife Indonesia Apriliani Siregar (kanan) menjelaskan layanan digital Manulife kepada nasabah di ruang Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia, di Jakarta, Jumat 15 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Percepatan digitalisasi pelayanan merupakan solusi ampuh untuk semua bidang, tak terkecuali di bisnis asuransi.

Hal ini pun didukung dengan literasi digital masyarakat yang juga mulai membaik. Hal ini tercermin dari tumbuhnya industri asuransi selama pandami Covid-19.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, pada semester I 2021 premi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 104,72 triliun atau tumbuh 17,5 %  dibandingkan periode sebelumnya (yoy).

Sedangkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan hingga Juli 2021 aset industri asuransi tumbuh sekitar 9% (yoy) dan pendapatan premi naik 11,97 % (yoy).

Data tersebut menggambarkan transformasi digital di industri asuransi merupakan suatu kebutuhan saat ini.

Apalagi, selama pandemi, perilaku konsumen dalam bertransaksi juga ikut berubah dari semula offline menjadi online.

Sertijab AAUI Cabang Pontianak, Muklis: Terima Kasih Anggota Pengurus AAUI Cabang Pontianak

Hal itu diperkuat riset perusahaan reasuransi Swiss Re yang menyebutkan 76% masyarakat Indonesia tertarik membeli produk asuransi secara online di masa pandemi.

Sedangkan, data Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan, pengguna layanan digital selama pandemi Covid-19 naik 37%. Hal ini sejalan dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang pada Januari 2021 sudah sebanyak 202,6 juta.

Direktur dan Chief of Product & Inforce PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife), Hans De Waal  di Jakarta Jumat 15 Oktober 2021 mengakui, pandemi memang mempercepat proses migrasi pelayanan dari tatap muka ke digitalisasi.

Ia mencontohkan, sebelum pandemi pelayanan tatap muka di customer service kantor pusat Manulife Jakarta rata-rata sekitar 100-200 orang per hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved