Breaking News:

Sejumlah Relawan Diberhentikan Akibat Berubahnya Status RSDC Jadi Isoter, Adi Ungkapkan Rasa Kecawa

Namun sejak 11 september 2021 Dirinya bersama beberapa Relawan lain diberhentikan dari tugas. Hal itu membuat Adi sedikit kecewa, karena Dirinya yang

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Relawan Saat bertugas menangani Pasien Covid-19 di Gedung Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes) yang berada di jalan Lapan, Kelurahan Siantan Hulu, kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Kamis 14 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Pasca diubah status dari Rumah Sakit darurat Covid-19 (RSDC) menjadi Isolasi Terpusat (Isoter), banyak Relawan yang diberhentikan.

Satu diantaranya, Adi menjadi bagian dari Tim Relawan yang bertugas sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes) sejak juli lalu di RSDC yang berada di Gedung Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes) Provinsi yang berada di Kota Pontianak.

Namun sejak 11 september 2021 Dirinya bersama beberapa Relawan lain diberhentikan dari tugas. Hal itu membuat Adi sedikit kecewa, karena Dirinya yang selama ini merawat pasien dengan ikhlas mendapati hal demikian.

3 Bulan Bertugas Rawat Pasien COVID-19, Seorang Perawat di Kalbar Diberhentikan & Belum Terima Gaji

"Sedikit kecewa, apalagi kami sebagai relawan yang menangani pasien Covid-19 dengan ikhlas. Mendapatkan keterlambatan gaji dan insentif yang sampai bulan ini blm kami terima," ujar Adi saat dihubungi Tribun. Kamis 14 Oktober 2021

Bukan hanya Dirinya, relawan dan tim kesehatan lain pun merasakan hal yang sama. Bahkan Surat Keputusan (SK) belum sempat Ia terima, namun sudah diberhentikan dari tugas.

"Bukan saya teman-teman relawan dan tim dokter juga begitu. Sempat SK kerja saja blm keluar malah tiba-tiba dicut begitu saja," tegasnya.

Lebih Lanjut, Adi mengatakan bahwa setelah kejadian itu. Dirinya sempat dipanggi kembali bertugas, namun kembali diberhentikan.

"Saya harap cerita ini bisa didengar dan diberi kejelasan, karena perasaan kami sudah begitu kecewa terhadap mereka yang mengurus para relawan. Jangankan menerima gaji, surat perjanjian saja belum kami terima sudah diberhentikan, Khususnya kami yang di RS darurat," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved