Breaking News:

Dinas P2KBP3A Targetkan Kota Pontianak Raih APE Hingga ke Predikat Mentor

Dalam pengarusutamaan gender, kata dia, Pemkot Pontianak melakukan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, evaluasi serta monitoring secara kontinyu.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
Wakil Wali kota Pontianak Bahasan bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro dan jajaran setelah meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) predikat Madya dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA). 

TRIBUN PONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro menyampaikan, bahwa pihaknya menargetkan Kota Pontianak bisa meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) hingga ke predikat mentor.

Sebagaimana, saat ini Kota Pontianak meraih penghargaan APE predikat Madya dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) yang disematkan kepada Kota Pontianak.

Hal tersebut dikatakannya sebagai bentuk implementasi Pemkot Pontianak yang fokus dalam menentukan strategi pembangunan ke arah kesetaraan gender.

"Kita berharap tidak akan ada lagi persoalan kesenjangan gender dalam semua lini pembangunan," ujarnya.

Kota Pontianak Raih Anugerah Parahita Ekapraya Predikat Madya dari Menteri PP-PA RI

Dalam pengarusutamaan gender, kata dia, Pemkot Pontianak melakukan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, evaluasi serta monitoring secara kontinyu.

"Semua itu tidak bisa diciptakan dalam waktu singkat. Penghargaan APE yang diraih saat ini melalui proses panjang," katanya.

Sebelumnya, Kota Pontianak mendapat predikat Pratama. Kemudian tahun ini meningkat menjadi predikat Madya.

Untuk itu, Multi berharap predikat tersebut terus beranjak ke tingkat Utama hingga tingkat Mentor.

"Tidak menutup kemungkinan kita menjadi mentor karena kita inginnya membina kabupaten/kota yang sekarang ini belum mendapatkan penghargaan APE," ungkapnya.

Di Provinsi Kalbar, baru dua daerah yang mendapat penghargaan APE dari Kementerian PP-PA yakni Kota Pontianak dan Kubu Raya. Pihaknya menargetkan dengan berupaya maksimal hingga mendapat predikat Mentor.

Menurut Multi, ke depan pembangunan tidak hanya dilihat dari perbedaan jenis kelamin, tetapi semua sudah setara dan pengarusutamaan gender. Hal ini tergambar dari data yang terpilah.

"Misalnya dari komposisi ASN, jumlahnya cenderung lebih banyak kaum perempuan. Demikian pula pejabat struktural, camat, lurah cukup banyak perempuan. Bahkan OPD-OPD yang mempunyai beban cukup berat seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan diisi oleh pejabat perempuan. Mska masyarakat tidak boleh membeda-bedakan jenis kelamin pada profesi-profesi yang ada," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved