Bulan Inklusi Keuangan 2021
Bulan Inklusi Keuangan 2021 Angkat Tema Bangkitkan Ekonomi Bangsa
Selain juga untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai dengan implementasi Peraturan Presiden RI dan juga Menko Perekonom
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 dengan tema Inklusi Keuangan untuk semua bangkitkan ekonomi bangsa sekaligus Webinar Inklusi Keuangan pengembangan digital banking sebagai optimalisasi layanan Nasabah di masa pandemi berjalan dengan lancar yang digelar secara virtual, Senin 11 Oktober 2021.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Maulana Yasin menyampaikan, bahwa pihaknya bersyukur lantaran kegiatan BIK dapat berjalan dengan baik meskipun tidak secara tatap muka langsung akibat pandemi covid-19, namun tidak menyurutkan semangat bagi semuanya dalam menjalankan literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat.
Bulan Inklusi Keuangan atau BIK ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh OJK dan Kementerian Perekonomian, serta instansi terkait sejak tahun 2016 dan dilaksanakan secara rutin, berkelanjutan setiap bulan Oktober untuk memberikan pemahaman produk dan menambah akselerasi menambah rekening dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat.
Selain juga untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai dengan implementasi
Peraturan Presiden RI dan juga Menko Perekonomian tentang strategi nasional inklusi keuangan (SNKI) khususnya untuk mendukung pencapaian target presentase 90 persen di akhir tahun 2024.
• OJK dan Bank Indonesia Siap Beri Izin ke Credit Union yang Tengah Diperiksa Polda Kalbar
"Sehingga diperlukan peningkatan literasi dan Inklusi untuk dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan di Indonesia," ujarnya usai membuka secara resmi Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 dengan tema Inklusi Keuangan untuk semua bangkitkan ekonomi bangsa sekaligus Webinar Inklusi Keuangan pengembangan digital banking sebagai optimalisasi layanan Nasabah di masa pandemi berjalan dengan lancar yang digelar secara virtual, Senin 11 Oktober 2021.
Sedangkan dari hasil survei OJK, untuk di Kalimantan Barat masih baru mencapai 38 persen. Untuk itu, tujuan digelarnya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) ini untuk mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang diinisiasi oleh Pemerintah untuk meminimalisir dampak adanya pandemi covid-19.

"Kemudian, juga untuk membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat mendorong pembukaan rekening kredit, pembiayaan atau layanan jasa lainnya," imbuhnya.
Selain itu, tujuan BIK tersebut juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya menabung dan mempublikasikan Inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen.
Sehingga atas dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kubu Raya, Kota Pontianak dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kalimantan Barat, serta perbankan lainnya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021 yang dimulai dengan rangkaian kegiatan Webinar Inklusi Keuangan pengembangan digital banking sebagai optimalisasi layanan Nasabah di masa pandemi bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

"Maka diharapkan selain mencapai target pemulihan ekonomi nasional, juga bisa membantu perkeonomian masyarakat," ucapnya.
Pada kegiatan BIK ini meliputi empat rangkaian kegiatan yang terdiri dari berbagai tema, diantaranya tentang Perbankan, industri keuangan, pasar modal dan digital finansial teknologi.
Business Matching kepada UMKM terkait dengan permodalan, pemasaran dan tenaga kerja.
"Kita mengenalkan kepada masyarakat tentang inklusi keuangan sehingga bisa tau arah sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.
Terkait dengan pasar modal, alternatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dari rumah bisa berinvestasi.
Untuk itu, diharapkan untuk masyarakat yang sudah mengetahui tentang hal ini agar bisa menginformasikan kepada masyarakat yang belum tahu terkait dengan inklusi keuangan.