Breaking News:

OJK dan Bank Indonesia Siap Beri Izin ke Credit Union yang Tengah Diperiksa Polda Kalbar

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat memeriksa  Credit Union  di Kalimantan Barat terkait aktivitas penyediaan Jasa Asuransi dan

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
konfrensi pers di Mapolda Kalbar terkait pemeriksaan satu CU yang melakukan aktivitas Asuransi dan Transfer Dana tanpa izin, yang dihadiri langsung dari pihak Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, perwakilan Kementrian Koperasi, dan Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Barat, jumat 8 oktober 2021, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat memeriksa  Credit Union  di Kalimantan Barat terkait aktivitas penyediaan Jasa Asuransi dan jasa Transfer Dana tanpa izin.

Hal ini diungkapkan langsung Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go saat konfrensi pers di Mapolda Kalbar, jumat 8 oktober 2021.

“Polda kalbar dalam hal ini sedang menangani satu kasus penyediaan transfer dana dan asuransi ranpa izin,”ujarnya.

Sekda Landak Harap Para Anggota CU Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

Donny menjelaskan terkait transfer dana dilakukan tanpa ada izin dari Bank Indonesia yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin, kemudian Jasa layanan Asuransi tanpa izin dari OJK (otoritas jasa keuangan) selaku institusi yang berwenang memberikan izin, sementara izin dari CU tersebut hanyalah sebagai koperasi simpan pinjam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombespol Juda Nusaputra menambahkan CU yang saat ini diperiksa hanya memiliki izin terkait simpan pinjam, dan fakta penyelidikan yang ditemukan kepolisian, CU tersebut melakukan kegiatan Perbankan, transfer dan Asuransi, sementara dalam kegiatan tersebut harus ada izin, namun faktanya kegiatan tersebut tidak memiliki izin dari pihak terkait.

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Sebelumnya terdapat pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 3 CU, dari hasil tersebut 2 CU sudah memiliki izin dan memiliki kerja sama dengan piihak asuransi, dan satu sisanya tidak memiliki izin.

Atas perkara tersebut, Ditreskrimsus Polda Kalbar sudah memeriksa 19 Pengurus CU, Pengawas Internal, dan melakukan pemeriksaan dari sejumlah saksi ahli yang terdiri dari Kementrian Koperasi, Ahli Perbankan, Asuransi, Ahli Transfer Dana, dan Ahli Pidana.

Kombes Pol Juda Nusaputra menyampaikan bahwa Koperasi merupakan milik orang banyak, oleh sebab itu hal ini penting untuk dilakukan, agar menjadi pelajaran bagi pihak CU untuk melengkapi berbagai perizinan.

kemudian, Gusti Akhmadiyah, Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan, Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat, jumlah CU di Kalbar berjumlah 36 CU, dengan jumlah anggota mencapai lebih dari  1 juta orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved