Perbedaan Hewan Berdarah Dingin dan Berdarah Panas serta Contohnya

Berdasarkan pengaruh suhu pada lingkungan, jenis hewan digolongkan menjadi dua, yaitu homoiterm dan poikiloterm.

Editor: Nasaruddin
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Biawak Argentina, contoh hewan berdarah dingin. 

1. Hewan berdarah dingin

- Hewan yang tidak mampu mempertahankan suhu tubuhnya. Suhu tubuhnya akan mengikuti suhu tubuh lingkungan.

- Suhu tubuh berubah-ubah sesuai suhu lingkungan.

- Tingkat metabolisme sangat terpengaruh terhadap suhu lingkungan.

- Fase hidup: terdapat dua fase untuk menghadapi suhu ekstrem. Pertama adalah hibernasi untuk bertahan pada musim dingin. Kedua adalah estivasi untuk bertahan pada musim panas.

- Mekanisme regulasi panas bergantung pada kegiatan tertentu, seperti mengubah warna kulit dan berjemur

2. Hewan berdarah panas

- Hewan yang mampu mempertahankan suhu tubuh secara konstan tanpa terpengaruh suhu lingkungan.

- Suhu tubuh stabil di 35 sampai 40 derajat Celcius.

- Tingkat metabolisme tidak berpengaruh terhadap suhu lingkungan.

- Fase hidup: Tidak ada fase tertentu, karena tubuhnya mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan suhu.

- Mekanisme regulasi panas: memiliki berbagai mekanisme regulasi panas dalam tubuh, seperti berkeringat, napas terengah-engah, dan migrasi.

Contoh Hewan Berdarah Dingin dan Panas

Contoh hewan berdarah dingin adalah hewan reptil, ikan, hewan amfibi, serangga, dan hewan invertebrata.

Hewan reptil contohnya kadal, ular, hewan amfibi contohnya katak, hewan invertebrata contohnya cacing dan ubur-ubur.

Adapun contoh hewan yang termasuk homoiterm adalah burung, unggas, dan mamalia.

Sumber: Kompas, Bobo

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved