Perbedaan Hewan Berdarah Dingin dan Berdarah Panas serta Contohnya
Berdasarkan pengaruh suhu pada lingkungan, jenis hewan digolongkan menjadi dua, yaitu homoiterm dan poikiloterm.
Misalnya, buaya yang banyak diam di dalam air ketika musim panas agar tidak kepanasan.
Perbedaan Hewan Darah Panas dan Darah Dingin
Setelah memahami pengertian dan contoh kedua hewan tersebut, mari kita cari perbedaan antara keduanya.
Perbedaan yang paling menonjol adalah pada cara hewan beradaptasi terhadap suhu lingkungan.
Hewan homoiterm dapat mengatur suhu tubuhnya, sedangkan hewan poikiloterm tidak dapat mengatur suhu tubuhnya.
Selain itu, beberapa perbedaan dapat dilihat dari uraian berikut ini.
Hewan homoiterm memiliki suhu tubuh yang stabil, yaitu antara 30 hingga 40 derajat celcius.
Sedangkan hewan poikiloterm suhu tubuhnya berubah-ubah.
• Bagaimana Proses Pencernaan Hewan Ruminansia?
Proses metabolisme hewan homoiterm tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Sedangkan hewan poikiloterm dipengaruhi suhu lingkungan.
Hewan homoiterm tidak memiliki fase hidup dalam beradaptasi dengan suhu lingkungan. Sedangkan hewan poikiloterm mengalaminya.
Fase yang dialami hewan poikiloterm adalah hibernasi dan estivasi.
Hibernasi untuk bertahan hidup di udara dingin, estivasi bertahan hidup di suhu panas.
Hewan homoiterm bereaksi terhadap suhu panas dengan berkeringat atau terengah-engah.
Sedangkan hewan poikiloterm bereaksi dengan mengubah warna kulit dan berjemur.
Berikut perbedaan lengkap antara hewan berdarah panas dan dingin: