Breaking News:

Belum Mendapat Kabar terkait PPKM, Pemkot Pontianak Akan Lakukan Evaluasi

Hanya saja yang menjadi kendala utama dalam hal ini adalah untuk mendisiplinkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Rokib
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum menerima info terkait akankah PPKM diperpanjang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa PPKM level 3 di kota Pontianak berakhir pada 4 Oktober 2021. Namun terkait dengan kelanjutan PPKM, Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu keputusan pusat melalui kementerian perekonomian.

"PPKM sampai saat ini belum ada kabar, tapi besok (5 Oktober 2021) kita akan adakan rapat evaluasi setelah beberapa waktu tidak ada evaluasi," ujarnya, Senin 4 Oktober 2021.

"Tapi kita berharap bisa turun setidaknya level 2 kalau bisa level 1, karena jauh sekali tingkat penurunan terkonfirmasi positif covid-19 di kota Pontianak. Tapi kita berharap juga agar masyarakat tetap taat Prokes dan waspada, serta tidak lalai," tambah Edi.

Dewan Pontianak Harap Pemerintah Berikan Jalan Keluar Untuk PKL yang Terdampak Bangunan Trotoar

Edi menilai, kepatuhan masyarakat terhadap Prokes, terutama dalam menggunakan masker sudah banyak yang menganggap, bahwa masker sebagai kebutuhan life style atau gaya kehidupan sehari-hari. Hanya saja diakuinya, terkait Prokes yang lain seperti jaga jarak terkadang ada sebagian masyarakat yang lalai begitupun dengan cuci tangan sudah mulai kendor.

Begitu juga, kata Edi, saat ini di Kota Pontianak sudah terjadi penurunan kasus yang signifikan. Disebutkan Edi untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersisa 53 pasien saja.

"Artinya sudah sangat menurun tingkat ketertularan dan yang sembuh lebih besar daripada yang terkonfirmasi.
Penurunan saat ini 70 an persen terutama hunian di rumah sakit dan di Rusunawa pun sempat kosong dan memang kita khususkan untuk yang vira loadnya tinggi di isolasi di Rusunawa. Kalau rendsh isoman di rumah," katanya.

Sejauh ini, untuk evaluasi yang dilakukan, dikatakannya berjalan dengan lancar atau tidak ada hambatan.

Hanya saja yang menjadi kendala utama dalam hal ini adalah untuk mendisiplinkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

"Di beberapa aktivitas masyarakat dengan dilonggarkan kegiatan, masyarakat merasa menganggap kondisi sudah normal, walaupun masih ada yang menggunakan Masker tapi sudah longgar sekali. Maka kita ingatkan terus supaya tidak ada gelombang ke 3," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved