Pengamat Politik Nilai Duet Airlangga-Cak Imin Bisa Jadi Alternatif, Harap Pilpres Ada Tiga Paslon

Pasalnya, pertemuan keduanya diyakini terkait dengan politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

TRIBUN PONTIANAK / ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu 25 September 2021 pagi. 

"Saya kira dalam politik semua kemungkinan bisa saja terjadi. Termasuk duet Airlangga Hartarto dengan Muhaimin Iskandar di Pilpres mendatang. Peluangnya juga besar. Karena keduanya merupakan ketua umum partai. Istilahnya, masing-masing adalah pemegang tiket ke Pilpres," kata Surokim melalui keterangannya, Kamis 30 September 2021.

Sebagaimana diketahui, partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusung pasangan Capres-Cawapres harus memenuhi persyaratan perolehan suara sebanyak 25 persen suara sah secara Nasional pada Pemilu sebelumnya, atau memiliki kursi 20 persen dari jumlah kursi DPR yaitu sedikitnya 115 kursi di DPR RI.

Cak Imin
Cak Imin (Kompas.com)

Saat ini, Partai Golkar memiliki 85 kursi di DPR-RI atau 12,31 persen.

Dan PKB memiliki 58 kursi di DPR RI atau 9,69 persen.

Jika berkoalisi, maka jumlah kursinya mencapai 143 kursi di DPR RI.

Namun demikian, kata Surokim, jauh lebih baik bila tak hanya Golkar dan PKB yang berkoalisi.

Menurutnya, dapat menambah gerbong lagi dari partai papan tengah ke bawah, semisal PAN dan PPP.

Duet Airlangga-Muhaimin ini bisa menjadi pilihan alternatif di antara polarisasi politik efek dari Pilpres 2019.

Namun kuncinya, ketua umum kedua partai itu menaikkan elektabilitasnya.

"Karena keduanya bisa mewakili kelompok nasionalis-religius," ucapnya.

Pelaksanaan Pilpres yang bersamaan dengan Pemilu legislatif (Pileg) 2024, diyakini akan mempengaruhi perolehan kursi parlemen, karena adanya efek ekor jas (coat-tail effect).

PILPRES 2024 : Berbagai Lembaga Survei Jagokan Sosok Menteri Jokowi Ini Punya Peluang Jadi Presiden

Sehingga hampir bisa dipastikan, masing-masing partai koalisi akan berebut memaksakan kadernya menjadi Capres atau Cawapres.

Meski demikian, Surokim memprediksi, hanya akan ada tiga pasangan Capres-Cawapres yang berlaga di Pilpres 2024 mendatang.

"Induk dari poros koalisi itu adalah PDI Perjuangan, Gerindra dan Golkar. Ketiga partai ini memiliki tradisi memimpin koalisi dan ikut kontestasi kepemimpinan nasional," ujarnya.

Bila Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sebagaimana wacana yang selama ini berkembang, maka poros ketiga akan dipimpin oleh Partai Demokrat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved