Pola Hidup Sehat

CARA Mendeteksi Kanker Serviks Melalui Darah Haid, Waspada Saat Darah Haid Berbau !

Dengan mengenali perubahan lebih awal, kecenderungan untuk mengalami kanker serviks tingkat lanjut dapat dicegah.

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Mendeteksi Kanker Serviks Melalui Darah Haid. 

Pada stadium lanjut, tanda yang muncul dapat lebih beragam, salah satunya adalah nyeri panggul saat berhubungan intim.

Nyeri ini menimbulkan rasa tidak nyaman sewaktu berhubungan intim.

Jika Anda merasakan keluhan ini, segera periksakan diri ke dokter guna memastikan penyebabnya.

Pasalnya, selain dikaitkan dengan penyakit kanker serviks, keluhan ini juga dapat dipicu oleh penyakit lain, seperti endometriosis atau fibroid.

Kegiatan Berikut yang Berpotensi untuk Menularkan Virus HIV Adalah?

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

Sakit saat buang air kecil dan tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil juga menjadi gejala atau ciri-ciri kanker serviks.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh mengelilingi leher rahim, lalu menyebar hingga ke kandung kemih.

Namun gejala ini juga bisa muncul akibat infeksi saluran kemih (ISK), sehingga Anda perlu untuk ke dokter untuk memastikannya.

5. Mudah lelah

Ciri lain yang akan muncul saat Anda menderita kanker serviks adalah mudah lelah.

Kondisi ini terjadi akibat perdarahan yang tidak normal pada vagina, sehingga lama kelamaan tubuh mengalami kekurangan sel darah merah (anemia) yang menyebabkan munculnya rasa lelah.

Rasa lelah yang dirasakan biasanya akan berlangsung setiap saat dan tidak hilang meskipun Anda telah beristirahat cukup.

6. Pembengkakan di salah satu tungkai

Ketika kanker serviks memasuki stadium lanjut, biasanya akan menimbulkan berbagai komplikasi.

Salah satunya adalah pembengkakan pada tungkai.

Kondisi ini dapat terjadi ketika sel kanker menekan pembuluh darah di panggul, sehingga menghambat sirkulasi darah ke tungkai.

Akibatnya, terjadi penimbunan cairan yang membuat tungkai menjadi bengkak.

BEDA Penyakit Hilang Rasa dan Bau Akibat Covid 19 dan Flu Biasa

7. Kehilangan nafsu makan

Ciri-ciri kanker serviks berikutnya adalah penurunan atau kehilangan nafsu makan.

Hal ini dikarenakan penyebaran sel kanker dapat membuat metabolisme tubuh berubah sehingga berpengaruh terhadap nafsu makan Anda.

Selain itu, penurunan berat badan drastis yang tidak diketahui penyebabnya, juga perlu dicurigai sebagai gejala kanker.

8. Sembelit

Jika kanker serviks telah menyebar hingga ke usus besar, akan berpotensi menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Kondisi ini dapat terjadi saat kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut.

9. Bercak darah di urine (hematuria)

Jika sedang berkemih dan melihat urine bercampur darah, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi itu merupakan salah satu tanda Anda terkena kanker serviks.

10. Keluar urine atau fases dari vagina

Kanker serviks dapat juga memengaruhi fungsi vagina.

Saat sudah memasuki stadium lanjut, kanker servis dapat menimbulkan kebocoran urine atau keluarnya tinja dari vagina.

Hal ini bisa terjadi akibat terbentuknya fistula antara vagina dan saluran kemih, atau fistula ani antara vagina dan anus, sehingga urine dan fases dapat melewati vagina.

Berbagai ciri-ciri kanker serviks di atas bisa juga disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain pada tubuh Anda. Bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, disarankan melakukan pap smear setidaknya tiga sampai lima tahun sekali, atau ikuti anjuran dokter.

Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks.

Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat.

Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia kurang dari 16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks).

Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.

Pengobatan Kanker Serviks

Kanker leher rahim bisa diatasi dengan melakukan beberapa pengobatan, termasuk dari dokter dan menggunakan bahan alami.

Perawatan bersama dokter merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit kanker leher rahim.

Pengobatan terhadap kanker leher rahim dapat dilakukan melalui empat cara yaitu :

  • Operasi

Operasi pada penderita kanker lehar rahim dimaksudkan untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker.
Pengangkatan tersebut beragam tergantung area mana yang terdapat sel kanker.

Pada kasus yang sudah mencapai stadium akhir, operasi memungkinkan adanya pengangkatan serviks serta organ-organ lain yang terdapat di panggul.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan tujuan membunuh sel kanker menggunakan sinar-X dengan energi tinggi.

Prosesnya dilakukan dengan mesin dari luar tubuh atau dari dalam tubuh menggunakan tabung logam yang ditempatkan di rahim atau vagina penderitanya.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara penyembuhan kanker serviks stadium 3 dengan obat-obatan yang diharapkan dapat membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh.

Pada kemoterapi, dokter akan melakukan perawatan dengan siklus dan jangka waktu tertentu.

  • Terapi target

Pengobatan jenis ini menggunakan obat yang berbeda dengan kemoterapi.

Pada terapi target, bevacizumab atau avastin merupakan obat yang diharapkan dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang dapat menumbuhkan sel-sel kanker baru.

  • Imunoterapi

Berbeda dengan kemoterapi dan terapi target, pada imunoterapi obat-obatan digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker di dalam tubuh.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved