Pola Hidup Sehat
CARA Mendeteksi Kanker Serviks Melalui Darah Haid, Waspada Saat Darah Haid Berbau !
Dengan mengenali perubahan lebih awal, kecenderungan untuk mengalami kanker serviks tingkat lanjut dapat dicegah.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebenarnya cukup sulit mendeteksi gejala kanker serviks berdasarkan bau darah haid. Sebab, secara umum darah haid memang berbau amis.
Orang yang tidak memiliki indra penciuman sensitif akan sulit membedakan mana bau amis normal dan yang tidak.
Namun, biasanya bau darah haid normal tidak terlalu menyengat amisnya. Sedangkan, bau amis darah haid yang tidak normal benar-benar sampai menusuk hidung.
Jadi, waspada jika darah haid berbau lebih amis dari biasanya, khususnya jika berkepanjangan. Ada pula yang menggambarkan baunya seperti bau daging busuk.
Dilansir dari klikdokter.com, darah haid yang baunya menusuk tersebut dialami penderita kanker serviks stadium lanjut, misalnya stadium 2B lanjut.
• Darah Disebabkan Penyakit, Darah yang Keluar pada Perempuan Tidak pada Hari-hari Haid dan Nifas
Jika kanker serviks masih di stadium awal, tidak ada tanda khusus dari aroma darah haid.
Penyebab bau ini bisa dari jaringan kanker pada mulut rahim.
Dapat terjadi nekrosis atau kematian jaringan akibat adanya infeksi pada kanker.
Hal inilah yang menimbulkan bau busuk atau bau tidak sedap.
Sebaiknya selalu waspada saat darah haid berbau.
Namun, kondisi ini juga tidak selalu menandakan kanker serviks.
Terdapat beberapa penyebab darah haid bau yang lain, misalnya:
- Kurang sering ganti pembalut, sehingga darah pada pembalut bercampur bakteri dan menghasilkan bau.
- Kurang sering mengganti tampon atau tampon tertinggal di dalam vagina.
- Kurangnya higienitas saat haid, tidak membersihkan area kemaluan saat mandi, mandi kurang sering, dan tidak ganti pakaian dalam.
- Infeksi, misalnya vaginosis bakterial.
Jika keluhan darah haid bau disertai gejala kanker serviks berikut, mungkin memang keganasanlah penyebabnya.
Gejala yang dimaksud misalnya:
- Perdarahan di luar siklus haid. Perdarahan biasanya berupa flek-flek saja, tidak sebanyak darah haid sungguhan.
- Nyeri saat berhubungan seks.
- Keputihan tidak wajar, juga disertai flek darah.
Dengan atau tanpa gejala di atas, sebenarnya setiap wanita dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur.
Ini merupakan cara efektif mengenali setiap perubahan pada sel-sel serviks.
Dengan mengenali perubahan lebih awal, kecenderungan untuk mengalami kanker serviks tingkat lanjut dapat dicegah.
Darah haid bau amis tidak normal memang dapat menjadi tanda kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut, yaitu 2B ke atas.
• PROSES Berhentinya Siklus Menstruasi pada Wanita Usia Lanjut Disebut? Sebabkan Perubahan Fisik
Stadium Kanker Serviks
Tahap atau stadium digunakan untuk menjelaskan tingkat penyebaran kanker.
Semakin tinggi stadium kanker, maka semakin luas penyebarannya.
Pada tahap awal, kanker serviks bisa dimulai dari adanya displasia serviks.
Dilansir dari alodokter, berikut ini adalah stadium kanker serviks berdasarkan penyebarannya:
Stadium 1
- Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim.
- Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
- Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.
Stadium 2
- Kanker sudah menyebar ke rahim, namun belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.
- Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
- Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.
Stadium 3
- Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, serta menekan saluran kemih dan menyebabkan hidronefrosis.
- Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
Stadium 4
- Kanker serviks stadium 4 telah menyebar ke organ lain, seperti kandung kemih, hati, paru-paru, usus, atau tulang.
Penelitian mengungkapkan bahwa angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung stadium yang dialami.
Meskipun demikian, angka harapan hidup hanya hitungan persentase penderita yang masih hidup, lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks.
Sebagai contoh, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 penderita bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosis kanker serviks.
Perlu diketahui, banyak penderita yang hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis kanker serviks.
• APAKAH Menopause Dini Bisa Sembuh? Kenali Ciri Ciri Menopause Dini dan Penyebabnya
Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan stadium yang dialami:
- Stadium 1 – 80-93%
- Stadium 2 – 58-63%
- Stadium 3 – 32-35%
- Stadium 4 – 15-16%.
Ciri-Ciri Kanker Serviks yang perlu Diwaspadai
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim dan disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV.
Pada awal diderita, kanker serviks kerap tidak menimbulkan gejala sehingga sering kali baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut.
Meski demikian, beberapa hal bisa menjadi bagian dari ciri-ciri kanker serviks, seperti dilansir dari alodokter.com berikut ini:
1. Pendarahan vagina yang tidak normal
Ketika wanita menderita kanker serviks, gejala yang biasanya muncul adalah perdarahan yang tidak normal pada vagina.
Perdarahan yang dialami bisa lebih banyak atau pun lebih sedikit dari menstruasi biasanya.
Selain itu, perdaharan juga dapat terjadi di antara periode menstruasi, terjadi pada wanita yang sudah menopause, atau saat sedang berhubungan seksual.
2. Keputihan yang tidak biasa
Ciri-ciri kanker serviks lainnya adalah keputihan yang tidak normal.
Lendir pada keputihan akan mengalami perubahan warna, memiliki aroma yang tidak sedap atau bau, serta terjadi perubahan tekstur dan konsistensi cairan vagina.
Meski demikian, keputihan yang tidak biasa ini juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, sehingga Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter saat mengalaminya.
• Tak Boleh Minum Es Saat Menstruasi, Ini Fakta Sebenarnya!
3. Nyeri saat berhubungan intim
Pada stadium lanjut, tanda yang muncul dapat lebih beragam, salah satunya adalah nyeri panggul saat berhubungan intim.
Nyeri ini menimbulkan rasa tidak nyaman sewaktu berhubungan intim.
Jika Anda merasakan keluhan ini, segera periksakan diri ke dokter guna memastikan penyebabnya.
Pasalnya, selain dikaitkan dengan penyakit kanker serviks, keluhan ini juga dapat dipicu oleh penyakit lain, seperti endometriosis atau fibroid.
• Kegiatan Berikut yang Berpotensi untuk Menularkan Virus HIV Adalah?
4. Frekuensi buang air kecil meningkat
Sakit saat buang air kecil dan tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil juga menjadi gejala atau ciri-ciri kanker serviks.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh mengelilingi leher rahim, lalu menyebar hingga ke kandung kemih.
Namun gejala ini juga bisa muncul akibat infeksi saluran kemih (ISK), sehingga Anda perlu untuk ke dokter untuk memastikannya.
5. Mudah lelah
Ciri lain yang akan muncul saat Anda menderita kanker serviks adalah mudah lelah.
Kondisi ini terjadi akibat perdarahan yang tidak normal pada vagina, sehingga lama kelamaan tubuh mengalami kekurangan sel darah merah (anemia) yang menyebabkan munculnya rasa lelah.
Rasa lelah yang dirasakan biasanya akan berlangsung setiap saat dan tidak hilang meskipun Anda telah beristirahat cukup.
6. Pembengkakan di salah satu tungkai
Ketika kanker serviks memasuki stadium lanjut, biasanya akan menimbulkan berbagai komplikasi.
Salah satunya adalah pembengkakan pada tungkai.
Kondisi ini dapat terjadi ketika sel kanker menekan pembuluh darah di panggul, sehingga menghambat sirkulasi darah ke tungkai.
Akibatnya, terjadi penimbunan cairan yang membuat tungkai menjadi bengkak.
• BEDA Penyakit Hilang Rasa dan Bau Akibat Covid 19 dan Flu Biasa
7. Kehilangan nafsu makan
Ciri-ciri kanker serviks berikutnya adalah penurunan atau kehilangan nafsu makan.
Hal ini dikarenakan penyebaran sel kanker dapat membuat metabolisme tubuh berubah sehingga berpengaruh terhadap nafsu makan Anda.
Selain itu, penurunan berat badan drastis yang tidak diketahui penyebabnya, juga perlu dicurigai sebagai gejala kanker.
8. Sembelit
Jika kanker serviks telah menyebar hingga ke usus besar, akan berpotensi menyebabkan konstipasi atau sembelit.
Kondisi ini dapat terjadi saat kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut.
9. Bercak darah di urine (hematuria)
Jika sedang berkemih dan melihat urine bercampur darah, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi itu merupakan salah satu tanda Anda terkena kanker serviks.
10. Keluar urine atau fases dari vagina
Kanker serviks dapat juga memengaruhi fungsi vagina.
Saat sudah memasuki stadium lanjut, kanker servis dapat menimbulkan kebocoran urine atau keluarnya tinja dari vagina.
Hal ini bisa terjadi akibat terbentuknya fistula antara vagina dan saluran kemih, atau fistula ani antara vagina dan anus, sehingga urine dan fases dapat melewati vagina.
Berbagai ciri-ciri kanker serviks di atas bisa juga disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain pada tubuh Anda. Bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, disarankan melakukan pap smear setidaknya tiga sampai lima tahun sekali, atau ikuti anjuran dokter.
Penyebab Kanker Serviks
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks.
Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat.
Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia kurang dari 16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks).
Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.
Pengobatan Kanker Serviks
Kanker leher rahim bisa diatasi dengan melakukan beberapa pengobatan, termasuk dari dokter dan menggunakan bahan alami.
Perawatan bersama dokter merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit kanker leher rahim.
Pengobatan terhadap kanker leher rahim dapat dilakukan melalui empat cara yaitu :
- Operasi
Operasi pada penderita kanker lehar rahim dimaksudkan untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker.
Pengangkatan tersebut beragam tergantung area mana yang terdapat sel kanker.
Pada kasus yang sudah mencapai stadium akhir, operasi memungkinkan adanya pengangkatan serviks serta organ-organ lain yang terdapat di panggul.
- Terapi radiasi
Terapi radiasi dilakukan dengan tujuan membunuh sel kanker menggunakan sinar-X dengan energi tinggi.
Prosesnya dilakukan dengan mesin dari luar tubuh atau dari dalam tubuh menggunakan tabung logam yang ditempatkan di rahim atau vagina penderitanya.
- Kemoterapi
Kemoterapi merupakan cara penyembuhan kanker serviks stadium 3 dengan obat-obatan yang diharapkan dapat membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh.
Pada kemoterapi, dokter akan melakukan perawatan dengan siklus dan jangka waktu tertentu.
- Terapi target
Pengobatan jenis ini menggunakan obat yang berbeda dengan kemoterapi.
Pada terapi target, bevacizumab atau avastin merupakan obat yang diharapkan dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang dapat menumbuhkan sel-sel kanker baru.
- Imunoterapi
Berbeda dengan kemoterapi dan terapi target, pada imunoterapi obat-obatan digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker di dalam tubuh.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cara-mendeteksi-kanker-serviks-melalui-darah-haid-waspada-saat-darah-haid-berbau.jpg)