Breaking News:

Kejati dan Kejari Bersinergi Berikan Pendampingan Hukum pada PSN Pelabuhan Internasional Kijing

Saat itu Masyhudi tampak didampingi Asisten Perdata dan TUN Kejati Kalbar, Dr Irfan Jaya, dan Kepala Kejari Mempawah, Didik Adyotomo, beserta Tim Jaks

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat, Dr Masyhudi, meninjau pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Minggu 26 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat, Dr Masyhudi, masih menyempatkan diri meski ditengah kesibukannya, untuk meninjau pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Minggu 26 September 2021.

Kajati dan rombongan diperkirakan tiba di Terminal Internasional Kijing sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu Masyhudi tampak didampingi Asisten Perdata dan TUN Kejati Kalbar, Dr Irfan Jaya, dan Kepala Kejari Mempawah, Didik Adyotomo, beserta Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Kadiskes Mempawah Sebut Vaksinasi Covid-19 Sudah Menyasar Ibu Hamil

Mereka selanjutnya disambut Tim PT Pelindo II (persero), PT Wijaya Karya (persero) dan PT Istaka Karya (persero) untuk meninjau beberapa proyek utama dan proyek penunjang pembangunan Terminal Kijing. Misalnya, terminal, perbaikan trestle dan dermaga sisi laut.

Masyhudi menegaskan, Terminal Kijing sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dalam progres pembangunannya dilakukan pendampingan hukum oleh Jaksa Pengacara Negara, diharapkan terhindar dari penyimpangan hukum yang bisa berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Masyhudi selanjutnya meminta PT  Wijaya Karya (PT Wika) dan PT Istaka Karya selaku pelaksana kegiatan agar berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal.

“Dengan demikian, pelabuhan berkelas internasional ini segera dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan bisa beroperasi secara penuh,” tegasnya.

Selain itu, Masyhudi juga berpesan kepada PT Pelindo II (Persero) untuk selalu berkoordinasi dengan Tim JPN, baik di Kejati Kalbar maupun Kejari Mempawah.

“Jadi apapun permasalahan yang terjadi di lapangan pada saat progres pembangunan dapat diperoleh solusi melalui Pendapat Hukum yang dikeluarkan,” imbuhnya.

Kajati Kalbar juga memerintahkan kepada Tim Jaksa Pengacara Negara hendaknya melakukan pendampingan hukum pada PSN ini dengan integritas yang tinggi.

Sebagai informasi, proyek ini merupakan pembangunan Tahap I dari Terminal Kijing dengan total anggaran kurang lebih Rp 5 Triliun, termasuk untuk pembebasan lahan, serta pembangunan konstruksi sisi laut dan sisi darat.

“Dan saya turut meminta pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu mendukung pembangunan proyek strategis nasional ini. Sebab keberadaannya nanti akan memberikan nilai ekonomis luar biasa, baik dari sisi ekonomi mikro maupun secara makro," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved