Wajib Vaksin Kecuali Untuk 4 Golongan Masyarakat Justru Bisa Berbahaya

Namun tidak semua orang bisa melakuan vaksin, ada beberapa golongan atau kelompok orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin

Editor: Madrosid
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
RIWAYAT Penyakit yang Tidak Boleh Vaksin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Untuk menciptakan herd immunity kekebalan tubuh di masyarakat pemerintah melakukan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Tujuannya dalam upaya memerangi penyebaran virus corona.

Vaksin Covid-19 sudah mulai diedarkan ke berbagai negara.

Bahkan, beberapa negara pun sudah menuntaskan program vaksin kepada penduduknya.

Ada dua jenis vaksin yang sudah diberi izin edar sebagai penggunaan darurat, yakni vaksin Moderna dan Pfizer.

Menurut pakar penyakit menular dari Vanderbilt University, Dr William Schaffner, kedua jenis vaksin tersebut telah diperiksa secara ketat oleh badan berwenang dan independen.

Jadi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mengkhawatirkan keamanan vaksin tersebut.

"Vaksin tidak seperti obat yang dapat menumpuk di tubuh Anda. Jadi, tidak akan mengubah susunan dalam tubuh sehingga menyebabkan efek samping jangka panjang nantinya," ucapnya.

Menurut data Cleveland Clini, agar vaksin ini benar-benar ampuh menghentikan pandemi, harus ada sekitar 50 hingga 80 persen populasi yang harus mendapatkan vaksin agar tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Namun tidak semua orang bisa melakuan vaksin, ada beberapa golongan atau kelompok orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin justru bisa berbahaya divaksin.

Berikut beberapa kelompok orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin:

1. Orang dengan alergi

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada beberapa orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

Itu sebabnya, CDC menyarankan agar orang-orang yang memiliki reaksi alergi parah terhadap salah satu bahan dalam vaksin Covid-19 untuk tidak boleh melakukan suntik vaksin.

Orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap jenis vaksin lain atau terapi suntik juga harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan vaksin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved