Breaking News:

Antisipasi Kluster Baru di Sekolah, Harisson Tegaskan Jika Ditemukan Kasus Positif PTM Dihentikan

Harisson mengatakan pada pelaksanaan pembelajar tatap muka SMA/SMK Negeri dan Swasta Se-Kalbar  telah dilakukan evaluasi oleh Diskes Provinsi dimana t

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat diwawancarai awak media di Ibis Hotel Pontianak, Sabtu 14 Agustus 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menegaskan apabila dalam pelaksanaan Pemebelajaran Tatap Muka (PTM) ditemukan kasus positif, maka akan diberhentikan sementara waktu.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ditemukan lebih banyak lagi kasus positif terhadap siswa dan guru yang bisa saja menimbulkan kluster baru di sekolah

Apabila ditemukan kasus positif siswa maupun guru akan cepat diambil langkah lainnya seperti dilakukan isolasi. 

Harisson mengatakan pada pelaksanaan pembelajar tatap muka SMA/SMK Negeri dan Swasta Se-Kalbar  telah dilakukan evaluasi oleh Diskes Provinsi dimana telah diambil sampel acak terhadap siswa dan guru beberapa waktu lalu di Pontianak.

Identifikasi Kasus Positif COVID-19 di SMKN 5 Pontianak, Disdik Kalbar Terus Lakukan Evaluasi PTM

“Hasilnya memang ada beberapa yang ditemukan positif tapi CT nya tinggi diatas 37,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 15 September 2021 

Maka dari itu, Harissson mengimbau setiap sekolah yang melakukan tatap muka benar-benar memperhatikan prokes agar tidak terjadi kluster baru dari lingkungan PTM di sekolah 

“Terhadap mereka yang CT 37 sudah di istirahatkan. Saya mengimbau sekolah melakukan prokes ketat dan siswa harus ingat pentingnya penerapan prokes agar tidak terjadi kluster baru,”tegasnya.

Selanjutnya Diskes Provinsi akan kembali melakukan evaluasi terhadap PTM di Kalbar pada  dua minggu kedepan.  Apakah terjadi peningkatan kasus atau terjadi penurunan. 

“Kalau terjadi peningkatan kasus positif maka sekolah akan ditutup. Tapi kalau terjadi penurunan atau tidak ditemukan kasus, maka PTMK akan dilanjutkan,”jelasnya. 

Pelaksanaan swab akan dilakukan rutin seminggu atau dua minggu sekali untuk evaluasi, kalau terjadi peningkatan PTM  akan diberhentikan.

Begitu juga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten kota. Dikatakannya harus melakukan evaluasi rutin dengan melakukan swab terhadap siswa dan guru di sekolah. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved