Breaking News:

Rektor ISB Bengkayang: Indikasi Munculnya Kasus Positif Covid-19 di ISB Terjadi Dalam Masa Karantina

Rektor ISB ini menerangkan, kasus ini terjadi saat mahasiswa masih dalam masa karantina di lingkungan Asrama.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen SHANTI BHUANA (STIM Shanti Bhuana) di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Rektor Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Marianus Dinata Alnija mengungkapkan, tidak benar kasus penyebaran Covid-19 di ISB terjadi dalam perkuliahan tatap muka.

Rektor ISB ini menerangkan, kasus ini terjadi saat mahasiswa masih dalam masa karantina di lingkungan Asrama.

“Tidak benar kalau diberitakan bahwa munculnya Covid-19 diantara Mahasiswa ISB itu terjadi saat proses perkuliahan tatap muka. Yang benar adalah adanya indikasi Covid -19 ketika Mahasiswa sedang dalam masa karantina,” ungkap Marianus Dinata, Senin 13 September 2021.

Lebih lanjut, Marianus menjelaskan pada saat munculnya indikasi kasus Covid-19 ISB perkuliahan sama sekali belum dilaksanakan. Baik yang di Asrama, maupun Mahasiswa yang tinggal di rumah semuanya masih dalam masa persiapan perkuliahan.

Klaster Covid Muncul saat Pembelajaran Tatap Muka, Institut Shanti Buwana Bengkayang Tutup Dua Pekan

Beberapa mahasiswa yang memilih tinggal di Asrama, baru masuk ke Asrama pada tanggal 14 dan 15 Agustus. Aturan pembagian 2 gelombang masuk Asrama pertimbangan pihak Kampus, adalah untuk menjaga protokol kesehatan.

“Karena saat mereka masuk pihak kampus mewajibkan kepada semua Mahasiswa untuk menjalankan tes Swab Antigen dan tes tersebut diadakan di Kampus. Pada saat itu hasil tes dari semua Mahasiswa yang tinggal di Asrama Non Reaktif,” ucap Rektor ISB ini.

Ditambahkannya, kendati sudah menjalankan tes Swab Antigen, pihak Kampus tetap mewajibkan semua mahasiswa untuk menjalankan masa karantina di Asrama dengan mengikuti SOP Prokes di masa Pandemi yang sudah menjadi bagian dari aturan Asrama.

“Saat masa karantina inilah ada beberapa Mahasiswa yang mengalami gejala-gejala seperti, demam dan flu. Maka pada tanggal 21 Agustus saat Mahasiswa masih dalam proses karantina pihak Asrama bekerjasama dengan Puskesmas Kabupaten Bengkayang mengambil tindakan dengan melakukan tes Swab Antigen dan PCR. Dari hasil tes inilah maka ditemukan ada 1 orang Mahasiswa yang dinyatakan reaktif," tutur Marianus Dinata.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan rentang waktu dari tanggal 15 ke tgl 21, sekitar 6 hari dan mereka masi dalam masa Karantina.

Dari hasil tes pada tanggal 21 Agustus, terindikasi ada satu orang Mahasiswa Asrama ISB yang dinyatakan reaktif, dan langkah cepat yang diambil pihak ISB bersama Puskesmas Bengkayang adalah melakukan proses isolasi mandiri terhadap mahasiswa tersebut dengan penanganan khusus dari pihak ISB dan pihak Puskesma Bengkayang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved