Panen Padi VUB di Kecamatan Toho, Mentan RI Nilai Pangan Penopang Penting di Tengah Pandemi COVID-19
Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Mempawah.
Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Mempawah.
Sekaligus diadakan Temu Lapang dan Panen Padi Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan Kementan bersama Menteri Pertanian RI di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 12 Agustus 2021.
Kedatangan Mentan RI juga didampingi oleh Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dan juga Bupati Mempawah, Erlina.
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan dalam sambutannya bahwa, pandemi covid-19 yang terjadi saat ini membawa dunia dan kehidupan manusia mengalami krisis kesehatan yang berdampak pada semua dimensi kehidupan.
• Maria Lestari Sebut Ketahanan Pangan Merupakan Isu Strategis dalam Pembangunan Nasional
Orang merasa terancam, panik, dan ketakutan, ekonomi mandeg, pembangunan tersendat, dan semua rencana yang telah dibuat tidak dapat berjalan bahkan harus dibatalkan, 'New normal' menjadi alternatif dan strategi untuk bangkit karena kehidupan tetap harus berjalan.
"Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, pangan merupakan salah satu penopang yang penting dan produksinya tidak boleh berhenti karena pangan adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia," jelasnya.
"Terlebih pada saat pandemi covid-19 ini, asupan makanan untuk stamina dan ketahanan tubuh sangat dibutuhkan. Oleh karena itu ketersediaan pangan terutama padi untuk semua orang menjadi sangat penting," jelasnya lagi.
(Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah)
Dikatakannya bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.
“Kita tahu, WHO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan akibat pembatasan mobilitas warga dan bahkan distribusi barang antar negara, karenanya penanganan pangan harus ditangani secara serius," tegasnya.
Kemudian dirinya berharap, kesuksesan Kementerian Pertanian pada tahun 2020 diharapkan dapat berulang pada tahun 2021.
"Tentunya hal tersebut bisa terwujud melalui kerjasama dengan berbagai pihak, untuk mewujudkan pertanian sebagai penyangga ekonomi nasional," katanya
Dijelaskannya bahwa, Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2021 tumbuh 7,076 persen.
Nilai ekspor komoditas barang Indonesia mengalami peningkatan yang impresif sebesar 55,89 persen, kenaikan ekspor terjadi pada komoditas pertanian, Industri pengolahan, dan pertambangan.
Pada triwulan II-2021 tercatat bahwa Industri pengolahan tumbuh 6,58 persen, pertanian (0,38 persen), perdagangan (9,44 persen), konstruksi (4,42 persen), pertambangan (5,22 persen).
• Wabup Mempawah Terima Audiensi BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan