Breaking News:

Fakta Vaksin Cansino, dan Mengenal Lebih Jauh Kandungan Vaksin yang Ada di Dalamnya

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, penerbitan izin kedua jenis vaksin tersebut telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat,

Editor: Maudy Asri Gita Utami
ROB ENGELAAR / ANP / AFP
Sebuah gambar yang diambil pada 12 April 2021 menunjukkan botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 saat dosis pertama yang berasal dari kota Leiden di Belanda disimpan di pusat distribusi Movianto di Oss. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Vaksin Johnson & Johnson atau yang juga dikenal dengan Vaksin Janssen Ad26.CoV2 memiliki tingkat kemanjuran terhadap infeksi SARS CoV-2 gejala sedang dan berat mencapai 66,9 persen dengan subjek orang berusia 18 tahun ke atas.

Selain menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Janssen yang diproduksi Johnson & Johnson, BPOM juga menerbitkan EUA untuk vaksin Convidecia yang diproduksi Cansino.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, penerbitan izin kedua jenis vaksin tersebut telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya.

Waspada Peduli Lindungi Palsu untuk Cek Sertifikat Vaksin Covid-19

"Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19, ITAGI, serta asosiasi klinisi terkait,” kata Penny, melalui keterangan pers, Selasa 7 September 2021.

Fakta vaksin Cansino

Sebelum menggunakan vaksin Cansino ini, kenali dulu fakta-faktanya.

1. Kandungan vaksin

Dikutip dari situs Precisionvaccinations, Jumat (3/9/2021), Convidicea (Ad5-nCoV) adalah vaksin vektor virus rekombinan baru untuk Covid-19 di China.

Vaksin ini diberikan untuk dosis tunggal atau satu kali penyuntikan di atas platform teknologi vaksin vektor virus berbasis adenovirus CanSinoBIO.

Cara kerja vaksin ini menggunakan virus flu biasa yang dilemahkan (adenovirus, yang menginfeksi sel manusia dengan mudah tetapi tidak mampu menyebabkan penyakit), untuk mengirimkan materi genetik yang mengkode protein lonjakan SARS-CoV-2 ke sel.

Sel-sel ini kemudian menghasilkan protein lonjakan dan melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening, di mana sistem kekebalan menciptakan antibodi yang akan mengenali protein lonjakan itu dan melawan virus corona.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved