Mengenal Menara Kebebasan Pengganti World Trade Center 11/9 yang Menewaskan 3000 Jiwa di Amerika
Peristiwa yang merenggut sekitar 3000 nyawa tak bersalah ini terjadi pada 11 September 2021, peristiwa ini dikenal juga dengan 11/9.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tak banyak negara mempunyai gedung pencakar langit yang tingginya fantastis.
Namun negara Adi Daya Amerika Serikat pernah mempunyai gedung pencakar langit yang menjadi satu diantara gedung tertinggi di dunia.
Namun gedung tersebut menjadi puing-puing setelah ditabrak pesawat komersil yang disebut telah dibajak kelompok teroris Al-qaeda pimpinan Osama Bin Laden.
Peristiwa yang merenggut sekitar 3000 nyawa tak bersalah ini terjadi pada 11 September 2021, peristiwa ini dikenal juga dengan 11/9.
2021 ini tepat 20 tahun tragedi memilukan itu terjadi.
Setelah hancur karena serangan bom 11 September 2001 silam, menara World Trade Center (WTC), New York, sempat menjadi tujuan wisata banyak orang.
• 20 Tahun Berlalu, Terungkap Proses Runtuhnya WTC dalam Teori Konspirasi Tragedi 9/11
Pada 2003, gedung pencakar langit itu dibangun kembali dengan rencana induk dirancang oleh Daniel Libeskind, yang mendorong diversifikasi ekonomi lokal.
Menurut Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey, sektor publik dan swasta telah menginvestasikan sekitar 25 miliar dollar AS (Rp 369,8 triliun) untuk proyek rekonstruksi.
Zona bencana itu pun kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah objek wisata dan pusat bisnis dengan 3 gedung pencakar langit, pusat transportasi, sebuah museum, dan tugu peringatan 9/11.
"Semua orang yang datang ke New York ingin datang ke Ground Zero. Itu adalah pusat kota New York. Ini adalah ruang publik yang bagus," kata Libeskind dalam sebuah wawancara.

Di jantungnya bangunan itu terdapat 2 kolam yang dirancang oleh Michael Arad, menandai jejak kaki Menara Kembar yang pernah berdiri, dengan sepasang air terjun 4 sisi yang mengalir ke bawah.
Nama-nama korban 9/11 terukir di pinggiran perunggunya.
Sebelum pandemi virus corona, tempat itu ramai lagi dengan dikunjungi ratusan pengunjung yang berkumpul.
Namun, pada suatu sore baru-baru ini hanya terdapat sebuah keluarga dari Wichita, Kansas, sebagai satu-satunya orang di kolam menara selatan itu, menurut laporan yang dikutip dari dari Reuters pada Selasa 8 September 2020 lalu.
“Orang-orang jauh lebih khawatir tentang seseorang yang batuk ke arah mereka daripada seseorang yang meledakkan sebuah gedung,” kata Vishal Garg, kepala eksekutif startup pembiayaan kembali hipotek Better.com. Ia berkantor pusat di lantai 7 World Trade Center yang berdekatan dengan situs yang dikenal sebagai Ground Zero.