Breaking News:

Putra Kalbar Gugur di Papua

Dua Keinginan Keluarga Sertu (Anm) Ambrosius Prajurit TNI yang Gugur dalam Tugas di Papua

Brigita Adrianus, perwakilan keluarga Almarhum Ambrosius menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pemerintah dan TNI yang telah d

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tangis orangtua Sertu Anumerta Ambrosius Apri Yudiman pecah ketika jenazag anaknya baru saja tiba di Gereja Katolik Maria Ratu Rosari Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalbar, Minggu 5 September 2021. Jenazah Sertu (Anm) Ambrosius tiba di kampung halaman sekitar pukul 10.50 wib. Dari Makodim Sintang, jenazah dibawa menggunakan speadboat selama lebih dari tiga jam. Jenazah Sertu Anumerta Ambrosius dimakamkan di Tempat Pemakaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumalaya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalbar, Minggu 5 September 2021 siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tunai sudah upacara pemakaman militer sebagai bentuk penghormatan negara pada Sertu Anumerta Ambrosius Apri Yudiman, prajurit TNI AD Kesatuan Denma Brigif 22/Ota/Manasa, Kodam XIII/Merdeka, Provinsi Gorontalo, yang gugur di papua Barat.

Jenazah Sertu Anumerta Ambrosius dimakamkan di Tempat Pemakaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumalaya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalbar, Minggu 5 September 2021 siang.

Brigita Adrianus, perwakilan keluarga Almarhum Ambrosius menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pemerintah dan TNI yang telah dengan penuh tanggungjawab mengembalikan putra ketungau ke kampung halaman.

"Almarmum merupakan salah satu sosok anak yang kami kenal baik. Saya mengenal beliau masih SMP. Kami keluarga walaupun bukan sedarah. Dia merupakan anak pendiam tetapi memiliki sikap kerja keras yang luar biasa. Sehingga hal itu menjadi pribadi yang masih sangat terkesan bagi kami," ungkap Brigita.

Ambrosius merupakan putra sulung dari empat bersaudara, anak pasangan Paulus Jiman dan Toedeta. Ketiga adiknya, masih kecil.

Gugur Saat Bertugas Membela Negara di Papua, Jenazah Serda Ambrosius Apri Yudiman Tiba di Kalbar

Ambrosius, merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga, termasuk yang membiayai pendidikan adik-adiknya selama ini.

"Dengan kepergian beliau tentu secara manusia mereka berpisah, tetapi disisi lain ada sestau yang hilang dari keluraga, yaitu tanggungjawab. Karena dia merupakan tulang punggung yang berjuang masih harus membiayai adiknya sekolah, menghidupi keluarga. Untuk itu, kami dari pihak kelaurga menyampaikan, permintaan, sebab masih ada yang harus dibiayai, karena dia tulang punggung keluarga, ada adiknya yang masih sekolah. Kami mohon perhatian juga bagi mereka, sehingga dengan beliau meninggal, sudah meninggalkan duka mendalam jangan sampai keluarga yang ditinggalkan juga justru tidak diperhatikan. Itu harapan kami sehingga ada rasa penghargaan dari negara, bagi keluarga," harap Brigita.

Keinginan yang kedua, pihak keluarga berharap pada pemerintah dan TNI untuk memperioritaskan anggota keluarga jika ada yang ingin masuk TNI, sebagai pengganti sosok Ambrosius yang gugur menjaga NKRI.

"Nanti jika ada pihak keluarga yang ingin masuk TNI, kami minta untuk diperioritaskan, tanpa tes bila perlu, Pak. Jadi kami anggap sebagai pengganti almarhum. Sebagai penghargaan dari negara dan institusi pada keluarga alhmarhum," pinta Brigita. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved